Selasa, 15 Oktober 2013

PROPOSAL PEMEKARAN CALON KABUPATEN KAMPAR HULU



BARISAN MUDA PRO PEMEKARAN RANTAU KAMPAR KIRI-SIAK HULU
(BAMUPP-KH)
PROPOSAL PEMBENTUKAN KABUPATEN KAMPAR HULU
PROPINSI RIAU
Sekretariat : Jl. Sukakarya Desa Tarai Bangun  Dsn Tarap  Mandiri : HP. 081268123754/085265602459
---------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
  
Nomor        : 01/BAMUP-KH/B/X/2013                                         Pekanbaru, 01 Nopember 2013
Sifat           : Penting
Lampiran    : 1 ( Satu ) berkas
Perhihal      : Proposal Pembentukan
                     Kabupaten Kampar Hulu
 Kepada
Yth. Bapak Bupati Kabupaten Kampar
  Di
        Tempat

Dengan hormat
Berdasarkan hasil musyawarah unsur masyarakat, dengan ini kami Atas nama Barisan Muda Pro Pemekaran Rantau Kampar Kiri- Siak Hulu sebagai prakarsa dan wadah aspirasi masyarakat. Menyampaikan Proposal Pembentukan Kab Kampar Hulu, Pemekaran dari Kabupaten Kampar Propinsi Riau.
Demikian kami sampaikan atas pengertian dan persetujuannya kami ucapkan terima kasih.
 Hormat kami,

Barisan Muda Pro Pemekaran  Rantau Kampar Kiri-Siak Hulu

Ketua                                                                                 Sekretaris



( Zaldi Ismet, S.Sos )                                                           ( Almizon, SE )
Tembusan :
  1. Yth. Ketua DPRD Kabupaten Kampar .
  2. Yth. Gubernur Riau
  3. Yth. Ketua DPRD Propinsi Riau
  4. Yth. Ketua Badan Pertimbangan Otonomi Daerah
  5. Yth. Mentri Dalam Negeri
  6. Yth. Ketua DPR-RI
  7. Yth. Presiden RI

I.  PENDAHULUAN

 1.1. LATAR BELAKANG
Kebijakan otonomi daerah dan dibukanya kesempatan bagi pembentukan daerah otonom baru melalui pemekaran daerah, ditujukan untuk optimalisasi kinerja penyelenggaraan pemerintahan sehingga tercipta suatu ruang lingkup kerja yang ideal ditinjau dari berbagai dimensi. Otonomi yang luas dan utuh dalam lingkungan kerja yang ideal, akan menciptakan kemampuan  pemerintahan daerah untuk lebih mengoptimalkan pelayanan publik, pengembangan potensi daerah dan peningkatan pemberdayaan masyarakat lokal dalam skala yang lebih luas dan terprogram.
Semangat dasar dari otonomi daerah adalah “ Mendekatkan pemerintah kepada yang diperintah”  ( Konsepsi Hatta). Pembentukan satuan-satuan pemerintahan daerah yang lebih kecil melalui pemekaran daerah, juga bertujuan untuk meningkatkan kinerja aparatur pemerintahan dalam melakukan pelayanan dan pemberdayaan. Perlunya pemerintahan yang dekat dengan rakyat menurut Muhammad Riyas Rasyid ialah “ Kehadiran pemerintahan yang dekat dengan rakyat akan memiliki kepekaan dan kepedulian atas aspirasi dan kebutuhan rakyat (M.R.R,2000:108)”.
Pelayanan publik merupakan tuntutan yang sangat mendasar bagi manajemen pemerintahan modern, masyarakat yang semakin maju membutuhkan pelayanan yang cepat dihitung dengan nilai ekonomis dan menjamin adanya kepastian. Birokrasi pemerintah merupakan institusi terdepan yang berhubungan dengan pemberian pelayanan masyarakat.
Pelayanan masyarakat menjadi sedemikian penting karena hubungan dan kaitannya dengan manusia dalam komunitas masyarakat banyak (society communit). Dalam konteks ini birokrasi pemerintah memainkan perannya sebagai institusi terdepan yang brhubungan dengan pelayanan kepada masyarakat. Oleh karena itu dalam gugus institusi birokrasi pemerintah, pelayanan masyarakat merupakan pelaksanaan tugas-tugas permerintah yang secara langsung memenuhi kebutuhan dan kepentingan masyarakat.
Dewasa ini muncul fenomena birokrasi pemerintah dalam melaksanakan kegiatan pelayanan masyarakat seringakali diartikan dalam konotasi yang berbeda oleh masyarakat. Birokrasi seolah-olah melahirkan kesan adanya suatu proses yang panjang yang berbelit-belit apabila masyarakat akan menyelesaikan suatu urusan dengan aparatur pemerintah, sehingga muncul istilah debirokratisasi yang artinya merupakan upaya untuk lebih menyederhanakan prosedur yang dianggap berbelit-belit tersebut.
Salah satu konsepsi untuk menjamin adanya bentuk pelayanan public (publics service ) adalah dengan semakin mendekatkan ruang-ruang pelayanan public dengan masyarkat. Saat ini.wilayah Rantau Kampar Kiri- Siak Hulu memiliki 7 Kecamatan yaitu Kecamatan Kampar Kiri, Kampar Kiri Hilir, Kampar Kiri Hulu, Kecamatan Gunung Sahilan, kecamatan Kampar Kiri Tengah, Kecamatan Siak Hulu dan Kecamatan Perhentian Raja. Sedangkan Luas wilayah Calon Kabupaten Kampar Hulu mencapai 4.635.62 KM 2 atau 42,20 % dari luas keseluruhan Kabupaten Kampar  dengan jumlah penduduk sekitar 159.456 orang, menjadikan pelayanan public menjadi suatu hambatan dari populasi jiwa maupun dengan adanya jarak yang begitu jauh antara wilayah kecamatan dengan pusat pemerintahan di kabuapten induknya, menyebabkan rentang kendali pemerintahan berjalan sangat lebar dan tidak efektif dan efisien untuk pemerataan pembangunan serta percepatan pembangunan daerah di Propinsi Riau.

 1.2.  PERMASALAHAN
Luasnya wilayah kerja pemerintahan daerah Kabupaten Kampar  dengan tingginya jumlah penduduk dapat mengakibatkan pelayanan terhadap masyarakat tidak maksimal oleh pemerintah Daerah , sehingga tidak efisien serta lambatnya birokrasi dalam mengantisifasi permasalahn yang timbul dalam pemenuhan tuntutan masyarakat. Dengan kondisi yang demikian bisa mengakibatkan munculnya kerawanan dan kecemburuan sosial dikalangan masyarakat.
 Dari latar belakang dapat di identifikasi permasalah sebagai berikut :
  1. Jumlah Penduduk Kabupaten menurut data BPS Kampar per 4 Pebruari 2012, mencapai 799.945, orang, terdiri dari laki-laki 415.166 Orang dan Perempuan 384.788 Orang. Jumlah Kepala Keluarga (KK ) : 187.390 dengan jumlah penduduk yang cukup tinggi tidak memungkinkan public service dapat berjalan dengan baik.
  2. Sarana dan prasarana sudah memenuhi syarat baik infrastruktur pemerintahan Daerah  dan sarana perhubungan, sehingga sudah memungkinkan untuk dimekarkan terbentuknya Daerah  baru.
  3. Untuk mempercepat proses pembangunan disegala bidang dan meningkatkan pelayanan public serta mempercepat terwujudnya kesejahteraan masyarakat.
  4. Bahwa Kabupaten Kampar Propinsi Riau, sesuai situasi dan kondisi dinamika masyarakatnya saat ini, baik ditinjau dari aspek geografi, demografi dan kondisi sosial ekonomi, memungkinkan untuk dimekarkan.


II. DASAR HUKUM
1. Sesuai dengan semangat Undang-undang Nomor 22 Tahun 1999 Tentang Pemerintahan Daerah (Lembaran Negara Tahun 1999 Nomor 60, Tambahan Lembaran Negara Nomor 3839).
a. Pasal 5 ayat (1) Undang-undang Nomor 22 Tahun 1999 tentang Pemerintahan Daerah, Daerah dibentuk berdasarkan pertimbangan kemampuan ekonomi, potensi daerah, sosial budaya, sosial politik, jumlah penduduk, luas daerah dan pertimbangan lain yang memungkinkan terselenggaranya Otonomi Daerah;
b.  bahwa sesuai dengan Pasal 6 ayat (1) dan (2) Undang-undang Nomor 22 Tahun 1999 tentang Pemerintahan Daerah, Daerah yang tidak mampu menyelenggarakan Otonomi Daerah dapat dihapus dan digabung dengan Daerah lain dan sesuai dengan perkembangan Daerah, Daerah Otonom dapat dimekarkan menjadi lebih dari satu Daerah;
c. bahwa untuk menetapkan syarat-syarat dan kriteria sebagaimana dimaksud dalam huruf a dan b sesuai ketentuan yang berlaku perlu ditetapkan dengan Peraturan Pemerintah.
2. Undang – Undang No. 32 Tahun 2004. Tentang pemerintahan daerah
Bab II. Tentang pembentukan Daerah dan Kawasan Khusus
 Pasal 4
1.   Pembentukan daerah sebagaimana yang dimaksud dalam Pasal 2 Ayat (1) ditetapkan dengan undang-undang.
2. Undang-undang tentang pembentukan daerah sebagaimana yang dimaksud dalam ayat (1) antara lain mencakup nama, cakupan wilayah, batas ibu kota,kewenangan penyelenggraaan urusan pemerintahan, penunjukan pejabat kepala daerah, pengisian anggota DPRD, pengalihan kepegawaian, pendanaan, peralatan dan dokumen serta perangkat daerah.
3. Pembentukan daerah dapat berupa penggabungan beberapa daerah atau bagian daerah yang bersandingan atau pemekaran satu daerah menjadi dua daerah atau lebih
 4. Pemekaran daerah menjadi dua (2) daerah atau lebih sebagaimana dimaksud dalam ayat tiga (3) dapat dilakukan setelah mencapai setelah mencapai batas minimal usia penyelenggaraan pemerintahan.
Pasal 5
1.      Pembentukan daerah sebagaimana dimaksud dalam pasal 4 harus memenuhi syarat administrative, teknis dan fisik kewilayahan.
Syarat Administratif  sebagaimana yang dimaksud ayat (1) untuk Kabupaten /Kota  meliputi adanya persetujuan  DPRD Kabupaten/Kota dan Bupati/Walikota yang bersangkutan, persetujunag DPRD Provinsi dan Gubernur serta recomendasi mentri Dalam Negeri. 
2.      Syarat Teknis  sebagaimana yang dimaksud ayat (1) untuk Kabupaten /Kota  meliputi factor yang menjadi dasar pembentukan daerah yang mencakup factor kiemampuan ekonomi, potensi daerah, social budaya, social politik, kependudukan , luas daerah, pertahanan keamanan dan factor lain yang memungkinkan terlaksananya otonomi daerah.
3.      Syarat Fisik  sebagaimana yang dimaksud ayat (1)   meliputi paling sedikit lima (5) Kabupaten/ Kota untuk pembentukan Propinsi dan paling sedikit lima (5) kecamatan untuk pembentukan kabupaten dan 4 (empat) kecamatan untuk pembentukan kota, lokasi calon ibu kota, sarana dan prasarana pemerintahan.


III. SYARAT-SYARAT PEMBENTUKAN
Pasal 5
1.      Pembentukan daerah sebagaimana dimaksud dalam pasal 4 harus memenuhi syarat administrative, teknis dan fisik kewilayahan.
Syarat Administratif  sebagaimana yang dimaksud ayat 1 untuk Kabupaten /Kota  meliputi adanya persetujuan  DPRD Kabupaten/Kota dan Bupati/Walikota yang bersangkutan, persetujunag DPRD Provinsi dan Gubernur serta recomendasi mentri Dalam Negeri. 
2.      Syarat Teknis  sebagaimana yang dimaksud ayat 1 untuk Kabupaten /Kota  meliputi factor yang menjadi dasar pembentukan daerah yang mencakup factor kemampuan ekonomi, potensi daerah, sosial budaya, social politik, kependudukan , luas daerah, pertahanan keamanan dan factor lain yang memungkinkan terlaksananya otonomi daerah.
3.      Syarat Fisik  sebagaimana yang dimaksud ayat 1   meliputi paling sedikit lima (5) Kabupaten/ Kota untuk pembentukan Propinsi dan paling sedikit lima (5) kecamatan untuk pembentukan kabupaten dan 4 (empat) kecamatan untuk pembentukan kota, lokasi calon ibu kota, sarana dan prasarana pemerintahan.

IV. TATA CARA PEMBENTUKAN DAERAH
Tatacara Pembentukan daerah menurut PP No.129 Tahun 2000 Tentang Persayaratan Pembentukan dan Kriteria pemekaran adalah :
BAB V PROSEDUR PEMBENTUKAN, PEMEKARAN, PENGHAPUSAN DAN PENGGABUNGAN DAERAH
Pasal 16
(1) Prosedur Pembentukan Daerah sebagai berikut:
1. Ada kemauan politik dari Pemerintah Daerah dan masyarakat yang bersangkutan;
2. Pembentukan Daerah harus didukung oleh penelitian awal yang dilaksanakan oleh Pemerintah Daerah;
3. Usul pembentukan Propinsi disampaikan kepada Pemerintah cq Menteri Dalam Negeri dan Otonomi Daerah dengan dilampirkan hasil penelitian Daerah dan persetujuan DPRD Propinsi dan DPRD Kabupaten/Kota yang berada dalam wilayah Propinsi dimaksud, yang dituangkan dalam Keputusan DPRD;
4. Usul pembentukan Kabupaten/Kota disampaikan kepada Pemerintah cq Menteri Dalam Negeri dan Otonomi Daerah melalui Gubernur dengan dilampirkan hasil penelitian Daerah dan persetujuan DPRD Kabupaten/Kota serta persetujuan DPRD Propinsi, yang dituangkan dalam Keputusan DPRD;
5. Dengan memperhatikan usulan Gubernur, Menteri Dalam Negeri dan Otonomi Daerah memproses lebih lanjut dan dapat menugaskan Tim untuk melakukan observasi ke Daerah yang hasilnya menjadi bahan rekomendasi kepada Dewan Pertimbangan Otonomi Daerah;
6. Berdasarkan rekomendasi pada huruf e, Ketua Dewan Pertimbangan Otonomi Daerah meminta tanggapan para anggota Dewan Pertimbangan Otonomi Daerah dan dapat menugaskan Tim Teknis Sekretariat Dewan Pertimbangan Otonomi Daerah ke Daerah untuk melakukan penelitian lebih lanjut;
7. Para anggota Dewan Pertimbangan Otonomi Daerah memberikan saran dan pendapat secara tertulis kepada Ketua Dewan Pertimbangan Otonomi Daerah;
8. Berdasarkan saran dan pendapat Dewan Pertimbangan Otonomi Daerah, usul pembentukan suatu daerah diputuskan dalam rapat anggota Dewan Pertimbangan Otonomi Daerah;
9. Apabila berdasarkan hasil keputusan rapat anggota Dewan Pertimbangan Otonomi Daerah menyetujui usul pembentukan Daerah, Menteri Dalam Negeri dan Otonomi Daerah selaku Ketua Dewan Pertimbangan Otonomi Daerah mengajukan usul pembentukan Daerah tersebut beserta Rancangan Undang-undang Pembentukan Daerah kepada Presiden;
10. Apabila Presiden menyetujui usul dimaksud, Rancangan Undang-undang pembentukan Daerah disampaikan kepada DPR RI untuk mendapat persetujuan.
(2) Prosedur pemekaran Daerah sama dengan prosedur pembentukan Daerah sebagaimana dimaksud pada ayat (1).
      Dalam rangka menjalankan amanah Musyawarah Besar  (MUBES) masyarakat Rantau Kampar Kiri dan Siak Hulu pada tahun 2004 telah terbentuk PANITIA PERSIAPAN PEMBENTUKAN KABUPATEN KAMPAR HULU/P3KKH dan dalam rangka mendukung dan membantu kinerja panitia persiapan pembentukan Kabupaten Kampar hulu Propinsi Riau. Juga telah dibentuk BARISAN MUDA PRO PEMEKARAN KAMPAR HULU/ BAMUPP-KH sebagai Prakarsa Dan wadah pemuda Rantau Kampar Kiri- Siak Hulu untuk menampung aspirasi Pembentukan Kabupaten Kampar Hulu yang merupakan Pemekaran dari Kabupaten Kampar.

V. TUJUAN
       Tujuan dari Pembentukan Kabupaten Kampar Hulu ini adalah :
2.       Sesuai dengan semangat Undang-undang Nomor 22 Tahun 1999 Tentang Pemerintahan Daerah (Lembaran Negara Tahun 1999 Nomor 60, Tambahan Lembaran Negara Nomor 3839).
  1. Sesuai dengan amanat Undang-Undang  Nomor 32 Tahun 2004 Bab II Pasal 4  Tentang Pembentukan daerah dan Kawasan Khusus kemudian ditegaskan lagi dalam PP No 129 tahun 2000 Tentang Persyaratan pembentukan dan kriterian pemekaran, penghapusan dan penggabungan daerah adalah untuk meningkatkan kesejahteraaan rakyat melalui :
a.       Peningkatan Pelayanan kepada Masyarakat
b.      Percepatan pertumbuhan kehidupan demokrasi
c.       Percepatan pelaksanaan pembangunan perekonomian daerah
d.      Percepatan pengelolaan potensi daerah
e.       Peningkatan Hubungan yang serasi antara pusat dan daerah.
  1.  Didasarkan pada Aspirasi Masyarakat Rantau Kampar Kiri- Siak Hulu ( Eks Kewedaan Pekanbaru- Luar Kota)  Bahwa pembentukan daerah ini bertujuan untuk :
a.       Memutuskan mata rantai ketertinggalan akibat belum adanya pemerataan pembangunan di Kabupaten Kampar.
b.      Meningkatkan kesejahteraan rakyat dan pembebasan daerah-daerah yang masih terisolasi dari perkembangan dunia.
c.       Memperpendek rentang kendali pemerintahan dan mempermudah dalam pelayanan dan pemberdayaan masyarakat.
d.      Meningkatkan kualitas penyebaran dan percepatan pembangunan yang mampu menggalang, membeuka peluang dan mengembangkan partisipasi masyarakat dan dunia usaha.
e.       Percepatan penggalian potensi-potensi sumber daya alam dan sumber daya manusia pada wilayah Rantau Kampar Kiri- Siak Hulu.
f.       Menyikapi Problem social Politik dan apabila tidak disikapi secara arif dan bijaksana dikhawatirkan akan menimbulkan gejolak social yang berimplikasi pada munculnya konflik secara vertical dan horizontal di kabupaten Kampar.
VI. DATA KABUPATEN KAMPAR
       Luas Kabupaten Kampar ( Kabupaten Induk) :   10.983.46,-        KM 2.
  1. Jumlah Kepala Keluarga                           :  187.390              KK.
  2. Jumlah Penduduk Laki-laki                      :  145.166              Jiwa.
  3. Jumlah Penduduk Perempuan                   :  384.177            Jiwa.
  4. Jumlah Penduduk Keseluruhan                :  799.945            Jiwa.
  5. Jumlah Desa                                              :   242                   Desa.
  6. Jumlah Kecamatan                                    :   20                 ( Dua puluh  ).

VII. DATA CALON  KABUPATEN KAMPAR HULU
  1. Luas Wilayah                                       :  4.635.62    KM 2 atau 42 %  dari luas total Kabupaten Kampar,-
  2. Jumlah Penduduk                                : 169.000,- Jiwa
  3. Jumlah Kepala Keluarga                      : 45.000      KK 
  4. Jumlah Desa                                         : 96              Desa
  5. Jumlah Kecamatan                              :  7               Kecamatan
  6. Batas Wilayah ,  Sebagai berikut        :
1.    Utara        :  Berbatasan dengan Kecamatan XIII Koto Kampar, Kecamatan Bangkinang, Kecamatan Kampar dan Kota Pekanbaru
2.    Timur       : Berbatsan dengan Kabupaten Pelalawan dan Kota Pekanbaru
3.    Selatan     :  Berbatasan dengan Kabupaten Kuantan Singingi
4.    Barat        :  Berbatasan dengan Kabupaten 50 Kota Propinsi Sumatera Barat
Bahan ini Merupakan sebuah Rancangan,hal ini masih memungkinkan untuk berubah tergantung dari hasil Musyawarah.

VIII. LAMPIRAN – LAMPIRAN
  1. Peta Wilayah Kabupaten Kampar.
  2. Draf Peta Wilayah Calon Kabupaten Kampar Hulu .
  3. Propil calon Kabupaten Kampar Hulu Propinsi Riau
  4. Rekapitulasi jumlah Penduduk per Desa di wilayah calon kabupaten Kampar Hulu
  5. Perbandingan ketersediaan faktor teknis pendukung pembentukan kabupaten Kampar Hulu Propinsi Riau.
  6. UU. RI. No 32 Tahun 2004, Bab II pasal 4 Tentang Pembentukan daerah dan Kawasan Khusus.
  7. Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 129 Tahun 20000 Tentang persyaratan-P embentukan daerah dan kriteria Pemekaran, Penghapusan, dan Penggabungan Daerah.




                Demikian Proposal ini kami ajukan sebagai Representasi dari aspirasi Masyarakat, untuk dapat segera direalisasikan dan diterbitkan rekomendasinya sehingga usulan pemekaran ini dapat dilanjutkan sesuai ketahapan selanjutnya dengan prosedurnya.
Barisan Muda Pro Pemekaran Rantau Kampar Kiri-Siak Hulu
Ketua                                                            Sekretaris

( Zaldi Ismet, S.Sos )                                       ( Almizon, SE )

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA
NOMOR 32 TAHUN 2004
TENTANG
PEMERINTAHAN DAERAH
BAB II
Pasal 4
1.      Pembentukan daerah sebagaimana yang dimaksud dalam Pasal 2 Ayat (1) ditetapkan dengan undang-undang.
2.  Undang-undang tentang pembentukan daerah sebagaimana yang dimaksud dalam ayat (1) antara lain mencakup nama, cakupan wilayah, batas ibu kota, kewenangan penyelenggraaan urusan pemerintahan, penunjukan pejabat kepala daerah, pengisian anggota DPRD, pengalihan kepegawaian, pendanaan, peralatan dan dokumen serta perangkat daerah.
3.  Pembentukan daerah dapat berupa penggabungan beberapa daerah atau bagian daerah yang bersandingan atau pemekaran satu daerah menjadi dua daerah atau lebih
4.   Pemekaran daerah menjadi dua (2) daerah atau lebih sebagaimana dimaksud dalam ayat tiga (3) dapat dilakukan setelah mencapai setelah mencapai batas minimal usia penyelenggaraan pemerintahan.










Lampiran.1

NAMA KECAMATAN DAN DESA DI WILAYAH CALON KABUPATEN KAMPAR HULU


I. Kec. Kampar Kiri terdiri dari 18 Kelurahan/Desa :

1. Kelurahan Lipat Kain
2. Desa Lipat Kain Selatan
3. Desa Kuntu
4. Desa Padang Sawah
5. Desa Domo
6. Desa IV Koto Sitingkai
7. Desa Kuntu Darussalam
8. Desa Teluk Paman
9. Desa Lipat Kain Utara
10. Desa Mekar Jaya
11. Desa Sungkai Sarik
12. Desa Utama Jaya
13. Desa Sungai Geringging
14. Desa Sungai Raja
15. Desa Sungai Rambat
16. Desa Sungai Paku
17. Desa Tanjung Harapan
18. Desa Muara Selaya

II.                Kec. Kampar Kiri Hilir terdiri dari 9 Kelurahan/Desa :
1. Desa Sungai Pagar
2. Desa Mentulik
3. Desa Sunagi Simpang Dua
4. Desa Sungai Bunga
5. Desa Rantau Kasih
6. Desa Sungai Petai
7. Desa Gading Permai
8. Desa Desa Bangun Sari
9. Desa Singawek
III. Kec. Kampar Kiri Hulu terdiri dari 21 Kelurahan/Desa :
1. Desa Gema
2. Desa Tanjung Belit
3. Desa Tanjung Belit Selatan
4. Desa Kota Lama
5. Desa Batu Sanggan
6. Desa Aur Kuning
7. Desa Ludai
8. Desa Tanjung Kadorang
9. Desa Batu Sasak
10. Desa Pangkalan Kapas
11. Desa Kebun Tinggi
12. Desa Tanjung Beringin
13. Desa Gajah Betaluk
14. Desa Pangkalan Serai
15. Desa Danau Sentul
16. Desa Deras Tajak
17. Desa Terusan
18. Desa Subayang Jaya
19. Desa Sungai Santi
20. Desa Tanjung Permai
21. Desa Dua Sepakat
IV. Kec. Kampar Kiri Tengah terdiri dari 10 Kelurahan/Desa :
1. Desa Simalinyang
2. Desa Penghidupan
3. Desa Mayang Pongkai
4. Desa Lubuk Sakai
5. Desa Hidup Baru
6. Desa Karya Bakti
7. Desa Kota Damai
8. Desa Hutama Karya
9. Desa Bina Baru
10. Desa Bukit Sakai
V. Kec. Gunung Sahilan terdiri dari 5 Kelurahan/Desa :
1. Desa Gunung Sahilan
2. Desa Kebun Durian
3. Desa Subarak
4. Desa Gunung Sari
5. Desa Suka Makmur
VI. Kec. Siak Hulu
1.      Desa Buluh Nipis
2.      Desa Buluh Cina
3.      Desa Kepau Jaya
4.      Desa Pangkalan Serik
5.      Desa Pangkalan Baru
6.      Desa Baru
7.      Desa Lubuk Siam
8.      Desa Tanjung Balam
9.      Desa Teratak Buluh
10.  Desa Kubang Jaya
11.  Desa Tanah Merah
12.  Desa Pandau Jaya
VII. Kec. Perhentian Raja
1.      Desa Pantai Raja
2.      Desa Kampung Pinang
3.      Desa Hang Tuah
4.      Desa Sialang Kubang

Lampiran. 2
Propil Calon Kabupaten Kampar Hulu
1.      Latar belakang Historis Perjuangan
Munculnya gagasan tentang perlunya pembentukan daerah Kabupaten di Rantau Kampar Kiri, pertama sekali muncul dan diwacanakan secara resmi pada Musyawarah Besar (MUBES) Adat II di Istana Darussalam Desa Gunung Sahilan pada tahun 2000. Dalam Mubes tersebut di sepakati untuk memperjuangkan berdirinya sebuah daerah Kabupaten baru di Rantau Kampar Kiri, untuk lebih menjelaskan wacana tersebut maka diadakanlah musyawarah kedua yaitu dibalai adat Kenegerian Kuntu pada bulan April 2002, dalam musyawarah tersebut disepakati untuk memperjuangkan pembentukan kabupaten Kampar Kiri.
Musyawarah ini diikuti oleh seluruh komponen masyarakat Rantau Kampar kiri dan Datuk Laksamano Rantau VIII Koto Sitingkai, para Ninik-Mamak, Khalifah Rantau Kampar Kiri, Kepala Desa, Pemuda dan Mahasiswa Rantau Kampar Kiri, tokoh masyarakat dan tokoh wanita. Dalam musyawarah ini juga hadir perwakilan Ninik-Mamak dan tokoh masyarakat Siak Hulu yang hadir sebagai peninjau.
Wacanah pembentukan Kabupaten Kampar Kiri semakin Besar, sehingga pada bulan Februari 2004 terselenggara Musyawarah Besar Masyarakat Rantau Kampar Kiri-Siak Hulu yang bertempat di Gedung serba guna Kelurahan Lipatkain. Dalam Mubes tersebut disepakati untuk pendirian suatu Kabupaten diwilayah Rantau Kampar Kiri-Siak Hulu dengan nama Kabupaten Kampar Hulu. Calon ibukota kabupaten Kampar Hulu di sepakati yaitu Kelurahan Lipatkain, sedangkan untuk memperjuangkan nya secara legal konstitusional di bentuklah suatu badan yang bernama Panitia Persiapan Pembentukan Kabupaten Kampar Hulu Propinsi Riau atau disingkat dengan P3KKH. P3KKH ini dinakhodai oleh Drs H Anwar Saleh (Alm). Pada masa kepemimpinan beliau ini, P3KKH telah berhasil membuat proposal resmi calon Kabupaten Kampar Hulu yang telah dibahas bersama tim ahli yaitu bapak Dr. H Azam Awang dan Bapak Normansyah, S.Sos, MSi dari akademisi UIR pada tahun 2006. Pada tahun 2006 juga P3KKH telah mendeklarasikan Perjuangan Pembentukan Kabuapten Kampar Hulu di gedung DPRD Kampar dengan diikuti oleh pembentukan PANSUS Pemekaran yang diketuai oleh H Abridar. Kemudian P3KKH juga telah menyerahkan secara resmi proposal pemekaran Kampar Hulu kepada Bupati Kampar waktu itu Drs H Burhanuddin Husin MSi, yang diresahkan oleh H Jasar Karana Dt. Mudo dikantor Bupati Kampar tahun 2006. Setelah beliau wafat pada tahun 2010, P3KKH di Nakhodai oleh Bpk Zulkifli SH.
Pada tahun 2010-2013 masa kepemimpinan bapak H Zulkifli SH, peran P3KKH dalam perjuangan pembentukan Kabupaten Kampar Kiri-Siak Hulu semakin melemah, kepanitiaan yang dibentuk seperti mati suri dalam menjalankan amanah MUBES 2004. Maka atas inisiatif beberapa orang aktivis pemuda Rantau Kampar Kiri- Siak Hulu yang masih aktif di dalam kepanitiaan pemekaran, berkumpul dan bersepakat untuk membentuk suatu organisasi untuk menyokong kepanitiaan pemekaran atau P3KKH dalam meneruskan perjuangan pembentukan Kabupaten Kampar Hulu. Organisasi ini bernama “ Barisan Muda Pro Pemekaran Rantau Kampar Kiri- Siak Hulu” atau Disingkat dengan nama BAMUPP-KH. Adapun aktivis pemuda yang menjadi tulang punggung gerakan ini disebut sebagai tim inisitor BAMUPP-KH yaitu :
1.      Zaldi Ismet, S.Sos
2.      Almizon, SE
3.      Budi Harianto, SH
4.      Mustafa, S.Sos
5.      Syahrizul, Shi
6.      Yonrisman, S.Sos
7.      Dodi Rasyid Amin, SE
8.      M. Rafi, S.Sos
9.      Ramadhan, S.Sos
Secara Administratif wilayah SeRantau Kampar Kiri terdiri dari :
1.     Kecamatan Gunung Sahilan, ibukota Desa Gunung Sahilan.
2.     Kecamatan Kampar Kiri, ibukota Lipat Kain.
3.     Kecamatan Kampar Kiri Hilir, ibukota Sungai Pagar.
4.     Kecamatan Kampar Kiri Hulu, ibukota Gema.
5.     Kecamatan Kampar Kiri Tengah, ibukota Simalinyang.
Wilayah Serantau Kampar Kiri meliputi wilayah eks Kecamatan Kampar Kiri dan sebagian wilayah eks Kecamatan Siak Hulu. Kecamatan Siak Hulu yang merupakan Kecamatan terluas di Riau pada tahun 1982, telah berkembang menjadi 9 kecamatan yakni :
1.     Kecamatan Siak Hulu, Pangkalan Baru.
2.     Kecamatan Tapung, 1987.
3.     Kecamatan Bukit Raya Pekanbaru
4.     Kecamatan Tenayan Raya Pekanbaru
5.     Kecamatan Tapung Hulu
6.     Kecamatan Tapung Hilir
7.     Kecamatan Tapung Kiri
8.     Kecamatan Perhentian Raja
9.     Kecamatan Gading Marpoyan

2.  Geografis
Batas-batas wilayah Serantau Kampar Kiri :
1.     Sebelah Utara dengan Kecamatan XIII Koto Kampar, Bangkinang Barat, Salo, Bangkinang, Tambang, Kampar Kabupaten Kampar, Kota Pekanbaru
2.     Sebelah Timur dengan Kecamatan Langgam Kabupaten Pelalawan, Kota Pekanbaru
3.     Sebelah Selatan dengan Kecamatan Singingi Kabupaten Kuantan Singingi.
4.     Sebelah Barat dengan Kabupaten Lima Puluh Kota Sumatera Barat, Kecamatan Kampar, Tambang
Wilayah Calon Kabupaten Kampar Kiri-Siak Hulu memiliki luas wilayah sebagai berikut:
1.     Kampar Kiri, 1.269,5 km2.
2.     Kampar Kiri Hulu, 850 km2.
3.     Kampar Kiri Hilir, 443,7 km2.
4.     Kampar Kiri Tengah 430,5 km2.
5.     Gunung Sahilan 365,6 km2.
6.     Siak Hulu 1.000,3 km2.
7.     Perhentian Raja 159,8 km2.
Jumlah total luas wilayah calon Kabupaten Kampar Kiri-Siak Hulu  4.519,4 km2 atau 451.940 ha.
3.        Lokasi Calon Ibu Kota Kab Kampar Hulu
Sesuai dengan recomendasi Mubea 2004 pada tanggal 28/29 Februari 2004 di Kelurahan Lipatkain dimana diusulkan 3 calon lokasi ibu kota yaitu :
4.      Kelurahan Lipatkain di Kecamatan Kampar Kiri
5.      Kelurahan Sungai Pagar di Kecamatan Kampar Kiri Hilir
6.      Desa Perhentian Raja di Kecamatan Perhentian Raja
Dari tiga usulan tersebut tim perumus dan penyelaras Mubes menetapkan bahwa calon ibukota Kabupaten Kampar Hulu adalah diusulkan Kelurahan Lipatkain di Kecamatan Kampar Kiri, dengan pertimbangan :
1.            Lipatkain atau dalam wilayah Kecamatan Kampar Kiri berdekatan secara geografis dengan desa-desa terisolasi di kecamatan Kampar kiri hulu.
2.            Masa depan calon ibu kota Kampar Hulu sangat cerah karena terletak ditengah-tengah dan dipersimpangan jalan nasional yang menghubungkan lintas Kabupaten dan lintas Propinsi.
3.            Diwilayah Kelurahan Lipatkain tersedia sarana dan prasarana pemerintahan, fasilitas social dan fasilitas umum yang memadai, kemudian letak Kelurahan Lipatkain tidak terlalu jauh dengan letak ibu kota Propinsi Riau yaitu Kota Pekanbaru yaitu lebih-kurang 73 KM 2.

4.  Kependudukan
Wilayah Serantau Kampar Kiri-Siak Hulu memiliki jumlah penduduk tahun 2007 sebagai berikut:
1.     Kampar Kiri 24.930 jiwa.
2.     Kampar Kiri Hulu 14.525 jiwa.
3.     Kampar Kiri Hilir 22.190 jiwa.
4.     Kampar Kiri Tengah 12.092 jiwa.
5.     Gunung Sahilan 9.780 jiwa.
6.     Siak Hulu 63.389 jiwa.
7.     Perhentian Raja 13.869 jiwa.
Jumlah total penduduk wilayah Serantau Kampar Kiri pada tahun 2007 sebanyak 160.775 jiwa.
















Lampiran 3
Ketersediaan  Persyaratan Teknis Calon Kabupaten Kampar Hulu
1.       Kemampuan Ekonomi
No.
Jenis Potensi
Kab. Kampar/induk
Calon Kab.Kampar Hulu
1.
Bank
Non Bank
Toko/Pertokoan
Pasar
10 Unit
329 Unit
1.157 Unit
72 Unit
5 Unit
73 Unit
225 Unit
32 Unit
Sumber : Kampar dalam Angka 2007 dan data Olahan
2.      Potensi Daerah
1.      Fasilitas Kesehatan dan Tenaga Medis
No.
Jenis Potensi
Kab. Kampar/induk
Calon Kab.Kampar Hulu
1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.
8.
9.
Rumah Sakit
RS bersalin
Polikklinik
Puskesmas
Pustu
Puskel
Dokter
Perawat
Bidan
1
3
7
19
120
26
79
234
179
-
3
7
6
34
7
16
80
39
Sumber : Kampar dalam Angka 2007 dan data Olahan
2. Fasilitas Tranportasi dan Komunikasi
No.
Jenis Potensi
Kab. Kampar/induk
Calon Kab.Kampar Hulu
1.
Kendaraan Bermotor Roda 2.3,
Kendaraan bermotor roda 4/lebih
Pelanggan Telepon
Pelanggan Listrik
Kantor Pos
37.137 Unit
6.307 Unit
2.777  Unit
57.477 Unit
6 Unit
16.767  Unit
4.055  Unit
 2.057 Unit
12.660 Unit
2 Unit
Sumber : Kampar dalam Angka 2005 dan data Olahan
3.      Sosial Budaya
1.      Sarana Peribadatan
No.
Jenis Potensi
Kab. Kampar/induk
Calon Kab.Kampar Hulu
1.
2.
3.
4.
Mesjid
Mushalla
Gereja
Dll
554 Unit
424 Unit
16 Unit

159 Unit
322 Unit
7 Unit

          Sumber : Kampar dalam Angka 2007 dan data Olahan




1.      Sarana Sosial dan Olah Raga
No.
Jenis Potensi
Kab. Kampar/induk
Calon Kab.Kampar Hulu
1.
2.
Sarana Sosial
Sarana olah raga

10 Unit
2.146 Unit

4 Unit
379  Unit

          Sumber : Kampar dalam Angka 2007 dan data Olahan

4.      Sosial Politik
1.      Jumlah pemilih dan Organisasi Sosial
No.
Jenis Potensi
Kab. Kampar/induk
Calon Kab.Kampar Hulu
1.
2.
Jumlah pemilih
Organisasi Sosial
333.659
93
92.160
21
          Sumber : Kampar dalam Angka 2007 dan data Olahan

5.      Jumlah Penduduk
1.      Perbandingan Jumlah Penduduk
No.
Jenis Potensi
Kab. Kampar/induk
Calon Kab.Kampar Hulu
1.
2.
3.
Tahun 2004
Tahun 2007
Tahun 20011
544.543

799.945           
151.274

169.000
          Sumber : Kampar dalam Angka 20011 dan data Olahan

6.      Luas Daerah
1.      Perbandingan  Luas daerah
No.
Jenis Potensi
Kab. Kampar/induk
Calon Kab.Kampar Hulu
1.
Luas daerah
10.983.46 KM 2
4.347.84 KM 2
          Sumber : Kampar dalam Angka 20011 dan data Olahan
7.      Pertahanan dan Keamanan
1.      Perbandingan Fasilitas Pertahanan dan Keamanan
No.
Jenis Potensi
Kab. Kampar/induk
Calon Kab.Kampar Hulu
1.
2.
3.
4.
POLRES
POLSEK
KOREM
KORAMIL
1
18
1
7
-
4
-
1
          Sumber : Kampar dalam Angka 20011 dan data Olahan






8.      Factor Lain-lain
1.      Perbandingan Rentang Kendali Pemerintahan
No.
Jenis Potensi
Kab. Kampar/induk
Calon Kab.Kampar Hulu
1.
2.
3.
Jumlah Kecamatan
Jumlah desa/kel
Jarak rata-rata KeIbu Kota Kabupaten
Waktu Rata-rata KeIbu Kota Kabupaten
20
245
56,15 KM
2  Jam
7
96
100 KM
4  Jam
          Sumber : Kampar dalam Angka 2011 dan data Olahan
2.      Perbandingan Ketersediaan sarana dan prasarana Pemerintahan
No.
Jenis Potensi
Kab. Kampar/induk
Calon Kab.Kampar Hulu
1.
2.

Gedung Pemerintahan
Lahan Untuk Sarana dan Prasarana Pemerintahan
219

71
34

14
          Sumber : Kampar dalam Angka 2004 dan data Olahan

Senin, 29 April 2013

BASONJI / ALBARZANJI " KESENIAN ISLAM DI RANTAU KAMPAR KIRI

Terjemah Maulid Al Barzanji

Inilah Maulid yang disusun oleh Sayid Syeikh Ja’far Al Barzanji yang diterjemah ke dalam Bahasa Melayu oleh alm. Sayid Syeikh Thaha bin Fadhlullah As Suhaimi, Ketua Mufti Negara Singapura. Sayang .. yg tampil di sini belum se per berapa-nya. Masih panjang sebenarnya. Digubah oleh seorang ulama, beliau mufti asy syafiiyah di kota Madinah di zamannya.
Maulid ini sangat menyentuh hati, sangat agung. Tidak ada unsur syirik, sebagaimana dituduhkan oleh segelintir orang. Pembaca sila lihat sendiri. Tidak mungkin ulama seperti Syeikh Al Barzanji mengajarkan kesyirikan.

 TERJEMAH AL BARZANJI

 يَا رَبِّ صَلِّ عَلَي مُحَمَّدْ * يَا رَبِّ صَلِّ عَلَيْهِ وَسَلِّمْ يَا رَبِّ بَلِّغْهُ الْوَسِيْلَةْ * يَا رَبِّ خُصَّهُ بِالْفَضِيْلَةْ
 يَا رَبِّ وَارْضَ عَنِ الصَّحَابَةْ * يَا رَبِّ وَارْضَ عَنِ السُّلَالَةْ يَا رَبِّ وَارْضَ عَنِ الْمَشَاِيخْ * يَا رَبِّ وَارْحَمْ وَالِدِيْنَا يَا رَبِّ وَارْحَمْنَا جَمِيْعًا * يَا رَبِ ّوَاْرْحَمْ كُلَّ مُسْلِمْ يَا رَبِّ وَاغْفِرْ لِكُلِّ مُذْنِبْ* يَارَبِّ لَا تَقْطَعْ رَجَانَا يَا رَبِّ يَاسَامِعْ دُعَانَا * يَارَبِّ بَلِّغْنَا نَزُوْرُهْ يَا رَبِّ تَغْشَانَا بِنُوْرِهْ * يَا رَبِّ حِفْظَانَكْ وَأَمَانَكْ يَا رَبِّ وَاسْكِنَّا جِنَانَكْ * يَا رَبِّ أَجِرْنَا مِنْ عَذَابِكْ يَا رَبِّ وَارْزُقْنَا الشَّهَادَةْ * يَا رَبِّ حُطْنَا بِالسَّعَادَةْ يَا رَبِّ وَاصْلِحْ كُلَّ مُصْلِحْ * يَا رَبِّ وَاكْفِ كُلَّ مُؤْذِيْ يَا رَبِّ نَخْتِمْ بِالْمُشَفَّعْ * يَا رَبِّ صَلِّ عَلَيْهِ وَسَلِّمْ بِسْمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ * لَقَدْ جَآءَكُمْ رَسُوْلٌ مِنْ أَنْفُسِكُمْ عَزِيْزٌ عَلَيْهِ مَا عَنِتُّمْ حَرِيْصٌ عَلَيْكُمْ بِالْمُؤْمِنِيْنَ رَءُوْفٌ رَّحِيْمٌ * إِنَّ اللهَ وَمَلآئِكَتَهُ يُصَلُّوْنَ عَلَي النَّبِيِّ يَاأَيُّهَا الَّذِيْنَ أَمَنُوْا صَلُّوْا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوْا تَسْلِيْمًا * الجَنَّةُ وَنَعِيْمُهَا سَعْدً لِمَنْ يُصَلِّيْ وَيُسَلِّمُ وَيُبَاِركُ عَلَيْهِ بِسْمِ اللهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ أَبْتَدِئُ اْلإِمْلاَءَ بِاسْمِ الذَّاتِ الْعَلِيَّةْ ` مُسْتَدِرًّا فَيْضَ الْبَرَكَاتِ عَلَى مَا أَنَالَهُ وَأَوْلاَهْ ` وَأُثَنِّيْ بِحَمْدٍ مَوَارِدُهُ سَائِغَةٌ هَنِيَّةْ ` مُمْتَطِيًا مِنَ الشُّكْرِ الْجَمِيْلِ مَطَايَاهْ ` وَأُصَلِّيْ وَأُسَلِّمُ عَلَى النُّوْرِ الْمَوْصُوْفِ بِالتَّقَدُّمِ وَاْلأَوَّلِيَّةْ ` اَلْمُتَنَقِّلِ فِي الْغُرَرِ الْكَرِيْمَةِ وَالْجِبَاهْ ` وَأَسْتَمْنِحُ اللهَ تَعَالَى رِضْوَانًا يَخُصُّ الْعِتْرَةَ الطَّاهِرَةَ النَّبَوِيَّةْ ` وَيَعُمُّ الصَّحَابَةَ وَاْلأَتْبَاعَ وَمَنْ وَالاَهْ ` وَأَسْتَجْدِيْهِ هِدَايَةً لِسُلُوْكِ السُّبُلِ الْوَاضِحَةِ الْجَلِيَّةْ ` وَحِفْظًا مِنَ الْغَوَايَةِ فِيْ خِطَطِ الْخَطَاءِ وَخُطَاهْ ` وَأَنْشُرُ مِنْ قِصَّةِ الْمَوْلِدِ النَّبَوِيِّ بُرُوْدًا حِسَانًا عَبْقَرِيَّةْ ` نَاظِمًا مِنَ النَّسَبِ الشَّرِيْفِ عِقْدًا تُحَلَّى الْمَسَامِعُ بِحُلاَهْ ` وَأَسْتَعِيْنُ بِحَوْلِ اللهِ تَعَالَى وَقُوَّتِهِ الْقَوِيَّةْ ` فَإِنَّهُ لاَ حَوْلَ وَلاَ قُوَّةَ إِلاَّ بِاللهِ `
Aku memulai membacakan ( kitab ini ) dengan menyebut Nama Dzat Tuhan yang Maha Tinggi, seraya memohon derasnya luapan berkah atas apa yang telah di berikan oleh- Nya. Dan keduanya, aku panjatkan puji yang muara airnya enak nan segar, sambil menaiki kendaran syukur yang indah. Dan aku panjatkan sholawat dan salam kepada Cahaya ( Nabi SAW ) yang mendahului makhluk lain, yang berpindah – pindah di dahi yang indah dan cerah. Dan aku memohon pemberian Alloh SWT berupa keridloan yang husus untuk para keluarga Nabi SAW yang suci, dan merata untuk para Shohabat, pengikut, dan orang- orang yang menolongnya.
Dan aku minta petunjuk- Nya agar bisa melewati jalan yang jelas dan agar di jaga dari kesesatan di dalam garis- garis dan langkah kesalahan. Dan aku sebar luaskan baju keindahan berupa kisah Maulid ( kelahiran Nabi SAW ) dengan bahasa arab, seraya menata kalung berupa nasab beliau yang mulya yang sekira menghiasi pendengaran. Dan aku minta tolong dengan kekuatan Alloh Ta’ala yang sangat kuat, karena tiada daya dan upaya selain dengan Alloh SWT.
عَطِّرِ اللّهُمَّ قَبْرَهُ الْكَرِيْم، بِعَرْفٍ شَذِيٍّ مِنْ صَلاَةٍ وَ تَسْلِيْم. اَللّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ وَبَارِكْ عَلَيْهِ وَ بَعْدُ؛ فَأَقُوْلُ هُوَ سَيِّدُنَا مُحَمَّدُ بْنُ عَبْدِ اللهِ بْنِ عَبْدِ الْمُطَّلِبِ وَاسْمُهُ شَيْبَةُ الْحَمْدِ حُمِدَتْ خِصَالُهُ السَّنِيَّةْ ` إِبْنِ هَاشِمٍ وَاسْمُهُ عَمْرٌو بْنِ عَبْدِ مَنَافٍ وَاسْمُهُ الْمُغِيْرَةُ الَّذِيْ يَنْتَمِي اْلإِرْتِقَاءُ لِعُلْيَاهْ ` إِبْنِ قُصَيٍّ وَاسْمُهُ مُجَمِّعٌ سُمِّيَ بِقُصَيٍّ لِتَقَاصِيْهِ فِيْ بِلاَدِ قُضَاعَةَ الْقَصِيَّةْ ` إِلَى أَنْ أَعَادَهُ اللهُ تَعَالَى إِلَى الْحَرَمِ الْمُحْتَرَمِ فَحَمَى حِمَاهْ ` إبْنِ كِلاَبٍ وَاسْمُهُ حَكِيْمُ ابْنِ مُرَّةَ بْنِ كَعْبِ بْنِ لُؤَيٍِ بْنِ غَالِبِ بْنِ فِهْرٍ وَاسْمُهُ قُرَيْشٌ وَإِلَيْهِ تُنْسَبُ الْبُطُوْنُ الْقُرَشِيَّةْ ` وَمَا فَوْقَهُ كِنَانِيٌّ كَمَا جَنَحَ إِلَيْهِ الْكَثِيْرُ وَارْتَضَاهْ ` إِبْنِ مَالِكِ ابْنِ النَّضْرِ بْنِ كِنَانَةَ بْنِ خُزَيْمَةَ بْنِ مُدْرِكَةَ بْنِ إِلْيَاسَ وَهُوَ أَوَّلُ مَنْ أَهْدَى الْبُدْنَ إِلَى الرِّحَابِ الْحَرَمِيَّةْ ` وَسُمِعَ فِيْ صُلْبِهِ النَّبِيُّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ ذَكَرَ اللهَ تَعَالَى وَلَبَّاهْ ` إِبْنِ مُضَرَ بْنِ نِزَارِ بْنِ مَعَدِّ بْنِ عَدْنَانَ وَهٰذَا سِلْكٌ نَظَّمَتْ فَرَائِدَهُ بَنَانُ السُّنَّةِ السَّنِيَّةْ ` وَرَفْعُهُ إِلَى الْخَلِيْلِ إِبْرَاهِيْمَ أَمْسَكَ عَنْهُ الشَّارِعُ وَأَبَاهْ ` وَعَدْنَانُ بِلاَ رَيْبٍ عِنْدَ ذَوِي الْعُلُوْمِ النَّسَبِيَّةْ ` إِلَى الذَّبِيْحِ إِسْمَاعِيْلَ نِسْبَتُهُ وَمُنْتَمَاهْ ` فَأَعْظِمْ بِهِ مِنْ عِقْدٍ تَأَلَّقَتْ كَوَاكِبُهُ الدُّرِّيَّةْ ` وَكَيْفَ لاَ وَالسَّيِّدُ اْلأَكْرَمُ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَاسِطَتُهُ الْمُنْتَقَاهْ ` نَسَبٌ تَحْسَبُ الْعُلاَ بِحَلاَهْ @ قَلَّدَتْهَا نُجُوْمَهَا الْجَوْزَاءُ حَـبَّذَا عِقْدُ سُؤْدَدٍ وَفَخَارٍ @ أَنْتَ فِيْهِ الْيَتِيْمَةُ الْعَصْمَاءُ وَأَكْرِمْ بِهِ مِنْ نَسَبٍ طَهَّرَهُ اللهُ تَعَالَى مِنْ سِفَاحِ الْجَاهِلِيَّةْ ` أَوْرَدَ الزَّيْنُ الْعِرَاقِيُّ وَارِدَهُ فِيْ مَوْرِدِهِ الْهَنِيِّ وَرَوَاهْ ` حَفِظَ اْلإِلـٰهُ كَرَامَةً لِمُحَـمَّدِ @ آبَاءَهُ اْلأَمْجَادَ صَوْنًا ِلاسْمِهِ تَرَكُوا السِّفَاحَ فَلَمْ يُصِبْهُمْ عَارُهُ @ مِنْ آدَمٍ وَإِلَى أَبِيْهِ وَأُمِّــهِ سَرَاةٌ سَرَى نُوْرُ النُّبُوَّةِ فِيْ أَسَارِيْرِ غُرَرِهِمُ الْبَهِيَّةْ ` وَبَدَرَ بَدْرُهُ فِيْ جَبِيْنِ جَدِّهِ عَبْدِ الْمُطَّلِبِ وَابْنِهِ عَبْدِ اللهْ `
Setelah itu semua, Dia adalah Sayyiduna Muhammad putra Abdulloh putra Abdul Muttholib yang nama beliau adalah Syaibatul hamd yang di puji kelakuan- kelakuan beliau yang amat luhur. Beliau putra Hasyim yang nama aslinya adalah ‘Amr, putr ‘Abdi Manaf, beliau bernama Mughiroh yang amat tinggi perangainya. Putra Qushoy yang nama aslinya adalah Mujammi’.
Beliau mendapat julukan Qushoyy ( jauh ) di sebabkan kejauhan beliau di negeri Qudlo’ah yang amat jauh, sampai ahirnya beliau di kembalikan oleh Alloh SWT ke tanah Harom hingga beliau menjaga tanahnya yang dipagar. Beliau putra Kilab yang nama aslinya adalah Hakim, putra Murroh, putra Ka’b putra Luayy putra Gholib putra Fihr yang nama aslinya adalah Quroisy dan kepadanya–lah suku- suku Quroisy di nisbahkan.
Sedangkan bangsa yang di nisbahkan di atas beliau di sebut bangsa Kinany, sebagaimana pendapat yang di pilih dan di restui oleh kebanyakan para Ulama’. Putra Malik putra Nadlr putra Khuzaimah putra Mudrikah putra Ilyas, orang yang pertama kali menghadiahkan onta untuk tanah harom dan di tulang rusuknya terdengar Nabi SAW berdzikir dan membaca talbiyah. Beliau adalah putra Mudlor putra Nizar putra Ma’add putra ‘Adnan. Ini semua adalah kalung yang intan- intannya di tata oleh jemari Sunnah yang luhur. Selanjutnya, nasab ini tidak di perkenankan untuk di tinggikan lagi oleh Nabi SAW.
Namun yang jelas, ‘Adnan berintisab sampai ke Nabi Isma’il Adzzabih menurut para ahli di bidang nasab. Sungguh.. sangat mena’jubkan keagungan ( nasab yang mirip ) kalung yang berkilau bintang- bintangnya yang bersinar ! !. Bagaimana tidak ?, toh yang berada di tengahnya adalah Sayyid yang sangat mulya !. Itulah nasab (keturunan ) yang oleh sebab perhiasannya , di sangka oleh keluhuran bahwa bintang- bintangnya di kalungi oleh bintang Jauza’. Sungguh menyenangkan kalung kebesaran dan keagungan yang mana engkau- lah kalung itu yang tiada duanya. Sungguh mena’jubkan mulyanya nasab yang di sucikan oleh Alloh SWT dari perzinahan jahiliyah. Azzain Al’iroqy telah mengajak penimbanya ( datang ) di tempat airnya yang enak dan ( maksudnya ) telah meriwatkannya.
Tuhan telah menjaga – demi memulyakan Nabi Muhammad SAW- bapak- bapaknya yang mulya, demi menjaga namanya. Mereka tinggalkan perzinahan, hingga tiada terhampiri oleh aibnya zina, mulai dari Nabi Adam sampai ayah dan ibunya. Mereka adalah para orang mulya yang cahaya kenabian beredar di dalam garis- garis dahi yang bersinar, dan sang purnama terbit di kening neneknya, yaitu ‘Abdil Muttholib dan putranya, yaitu ‘Abdillah.

عَطِّرِ اللَّهُمَّ قَبـْرَهُ الْكَرِيْـمَ * بِعَرْفٍ شَذِيٍّ مِنْ صَلَاةٍ وَتَسْلِيْمٍ اللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ وَبَارِكْ عَلَيْهِ وَلَمَّا أَرَادَ اللهُ تَعَالَي إِبْرَازَ حَقِيْقَتِهِ الْمُحَمَّدِيَّةْ * وَإِظْهَارَهُ جِسْمًا وَرُوْحًا بِصُوْرَتِهِ وَمَعْنَاهْ * نَقَلَهُ إِلَي مَقَرِّهِ مِنْ صَدَفَةِ آمِنَةَ الزُّهْرِيَّةْ * وَخَصَّهَا الْقَرِيْبُ الْمُجِيْبُ بِأَنْ تَكُوْنَ أُمًّا لِمُصْطَفَاهْ * وَنُوْدِيَ فِي السَّمَوَتِ وَالْأَرْضِ بِحَمْلِهَا لِأَنْوَارِهِ الذَّاتِيَّةْ * وَصَبَا كُلُّ صَبٍّ لِهُبُوْبِ نَسِيْمِ صَبَاهْ * وَكُسِيَتِ الْأَرْضُ بَعْدَ طُوْلِ جَدْبِهَا مِنَ النَّبَاتِ حُلَلًا سُنْدُسِيَّةْ * وَأَيْنَعَتِ الثِّمَارُ وَأَدْنَى الشَّجَرُ لِلْجَانِي جَنَاهْ * وَنَطَقَتْ بِحَمْلِهِ كُلُّ دَابَّةٍ لِقُرَيْشٍ بِفِصَاحِ الْأَلْسُنِ الْعَرَبِيَّةْ * وَخَرَّتِ الْاَسِرَّةُ وَالْأَصْنَامُ عَلَي الْوُجُوْهِ وَالْأَفْوَاهْ * وَتَبَاشَرَتْ وُحُوْشُ الْمَشَارِقِ وَالْمَغَارِبِ وَدَوَابُّهَا الْبَحْرِيَّةْ * وَاحْتَسَتِ الْعَوَالِمُ مِنَ السُّرُوْرِ كَأْسَ حُمَيَّاهْ * وَبُشِّرَتِ الْجِنُّ بِإِظْلَالِ زَمَنِهِ وَانْتَهَكَتِ الْكَهَانَةُ وَرَهِبَتِ الرَّهْبَانِيَّةْ * وَلَهِجَ بِخَبَرِهِ كُلُّ حِبْرٍ خَبِيْرٍ وَفِيْ حُلَي حُسْنِهِ تَاهْ * وَأُتِيَتْ أُمُّهُ فِي الْمَنَامِ فَقِيْلَ لَهَا إِنَّكِ قَدْ حَمَلْتِ بِسَيِّدِ الْعَالَمِيْنَ وَخَيْرِ الْبَرِيَّةْ * وَسَمِّيْهِ إِذَا وَضَعْتِهِ مُحَمَّدًا لِأَنَّهُ سَتُحْمَدُ عُقْبَاهْ *
Setelah kehendak Alloh SWT memunculkan hakikat Nabi Muhammad SAW dan menjelmakannya secara jasmany dan ruhany, maka Dia meminahkannya ke tempat persinggahan-nya, yaitu kandungan Sayyidah Aminah Azzuhriyah yang mirip dengan penyimpanan mutiara. Memang, ia di sepesialkan oleh- Nya menjadi ibu Nabi Mushthofa. Di langit dan di bumi di umumkan bahwa S. Aminah menandung Nabi Muhammad yang bercahaya. Bagi setiap orang yang merindukan tambah merindukannya agar bias menghirup udara segarnya. Bumi yang telah lama gersang menjadi terhiasi oleh tumbuh- tumbuhan yang mirip dengan pkian sundus. Buah- buahan menjadi matang dan pepohonan mengayunkan buahnya pada orang yang ingin memetiknya. Setiap binatang yang di miliki suku Quroisy dengan jelas menyuarakan di kandung-nya Nabi SAW. Kursi- kursi kerajaan dan berhala- berhala terjugkal di wajah dan mulutnya. Binatang- binatang liar di timur dan barat dan yang berada di lau ikut bergembira. Seluruh alam ikut meneguk gelas- gelas kegembiraan. Para jin di hibur dengan dekatnya kelahiran Nabi SAW, ramalan- ramalan tukang ramal menjadi tidak tepat, kependetaan menjadi ketakutan. Setiap orang pintar dan tahu rindu dengan kabar ini, dan mereka di buat bingung dengan keindahan beliau. Di saat sedang tidur, ibu Aminah di datangi seseorang dan di katakan padanya, “Sungguh, engkau sedang mengandung pemimpin seluruh jagad dan orang terbaik dari mereka. Maka jika engkau sudah melairkan- nya, maka berilah nama ‘Muhammad’ ( orang yang banyak di puji ), karena pada akhirnya akan banyak di puji.”

عَطِّرِ اللَّهُمَّ قَبْرَهُ الْكَرِيْمَ * بِعَرْفٍ شَذِيٍّ مِنْ صَلَاةٍ وَتَسْلِيْمٍ اَللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ وَبَارِكْ عَلَيْهِ وَلَمَّا تَمَّ مِنْ حَمْلِهِ شَهْرَانِ عَلَى مَشْهُوْرِ الْاَقْوَالِ الْمَرْضِيَّةْ * تُوُفِّيَ بِالْمَدِيْنَةِ الْمُنَوَّرَةِ أَبُوْهُ عَبْدُ اللهْ * وَكَانَ قَدِ اجْتَازَ بِأَخْوَالِهِ بَنِيْ عَدِيٍّ مِنَ الطَّائِفَةِ النَّجَّارِيَّةْ * وَمَكَثَ فِيْهِمْ شَهْرًا سَقِيْمًا يُعَانُوْنَ سُقْمَهُ وَشَكْوَاهْ * وَلَمَّا تَمَّ مِنْ حَمْلِهِ عَلَي الرَّاجِحِ تِسْعَةُ أَشْهُرٍ قَمَرِيَّةْ * وَآنَ لِلزَّمَانِ أَنْ يَنْجَلِيَ عَنْهُ صَدَاهْ * حَضَرَ أُمَّهُ لَيْلَةَ مَوْلِدِهِ آسِيَةُ وَمَرْيَمُ فِيْ نِسْوَةٍ مِنَ الْحَظِيْرَةِ الْقُدْسِيَّةْ * وَأَخَذَهَا الْمَخَاضُ فَوَلَدَتْهُ صَلَّي الله ُعَلَيْهِ وَسَلَّمَ نُوْرًا يَتَلَأْلَأُ سَنَاهْ * وَمُحَيًّا كَالشَّمْسِ مِنْكَ مُضِئْ ُ* أَسْفَرَتْ عَنْهُ لَيْلَةٌ غَرَّاءُ لَيْلَةُ الْمَوْلِدِ الَّذِيْ كَانَ لِلدِّيـْ*ـنِ سُرُوْرٌ بِيَوْمِهِ وَازْدِهَاءُ يَوْمَ نَالَتْ بِوَضْعِهِ ابْنَةُ وَهْبِ * مِنْ فَخَارٍ مَا لَمْ تَنَلْهُ النِّسَاءُ وَأَتَتْ قَوْمَهَا بِأَفْضَلَ مِمَّا * حَمَلَتْ قَبْلُ مَرْيَمُ الْعَذْرَاءُ مَوْلِدٌ كَانَ مِنْهُ فِيْ طَالِعِ الْكُفْـ*ـرِ وَبَالٌ عَلَيْهِمُ وَوَبَاءُ وَتَوَالَتْ بُشْرَي الْهَوَاتِفِ أَنْ قَدْ * وُلِدَ الْمُصْطَفَي وَحَقَّ الْهَنَاءُ هَذَا، وَقَدِ اسْتَحْسَنَ الْقِيَامَ عِنْدَ ذِكْرِ مَوْلِدِهِ الشَّرِيْفِ أَئِمَّةٌ ذَوُوْ رِوَايَةٍ وَرَوِيَّةْ * فَطُوْبَي ِلمَنْ كَانَ تَعْظِيْمُهُ صَلَّي الله ُعَلَيْهِ وَسَلَّمَ غَايَةَ مَرَامِهِ وَمَرْمَاهْ *
Setelah beliau genap di kandung selama dua bulan menurut qoul masuhur yang di ridloi, di Almadinah Almunawwaroh abah beliau ( S. ‘Abdulloh ) di panggil pulang oleh Alloh SWT. Sebelum itu, beliau mampir lewat di paman- paman- nya, yaitu Bani ‘Ady ( suku kecil Bani Najjar ). Beliau berada di tengah- tengah mereka selama satu bulan dalam keadaan sakit dan di rawat oleh mereka. Dan setelah genap sembilan bulan qomariyyah menurut qoul yang rojih, dan sudah saatnya zaman bersih dari karat, maka di malam kelahirannya ibunya di datangi oleh Asiyah ( istri ‘Fir’aun ) dan S. Maryam bersama rombongan para wanita yang suci. Dan ahirnya Ibu Aminah bersalin dan melahirkan- nya dalam keadaan bercahaya yang sangat bersinar dari atasnya. Wajahmu bagaikan mentari berinar. Malam yan cerah semakin cerah. Itulah malam kelahiran yang menjadikan agama menjadi gembira dan berseri. Di hari itu, putri Wahab ( S. aminah mendapatkan keagungan yang tidak bisa di raih banyak wanita. Ia mendatangi kaumnya dengan membawa anak yang utamanya melebihi yang di kandung oleh S. Maryam ( ‘Isa AS ). Kelahiran yang membawa kerusakan dan musibah pada munculnya kekufuran. Suara- suara yang berisi kabar gembira terus berbunyi, demi memberi sambutan kelahiran Nabi yang terpilih SAW, dan tibalah keni’matan. Camkan ini semua !. Di saat kita menyebutkan detik- detik kelahiran Beliau SAW, kita di sayugyakan berdiri oleh para Ulama’ yang kapabel dan ahli di bidang meriwayatkan hadits. Maka, beruntunglah orang- orang yang peng- agungan terhadap Nabi SAW menjadi tujuannya.

عطر اللهم قبره الكريم * بعرف شذيّ من صلاة وتسليم اللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ وَبَارِكْ عَلَيْهِ وَبَرَزَ صَلَّي الله ُعَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَاضِعًا يَدَيْهِ عَلَي الْاَرْضِ رَافِعًا رَأْسَهُ إِلَي السَّمَاءِ الْعَلِيَّةْ * مُوْمِيًا بِذَلِكَ الرَّفْعِ اِلَي سُوْدَدِهِ وَعُلَاهْ * وَمُشِيْرًا إِلَي رِفْعَةِ قَدْرِهِ عَلَي سَائِرِ الْبَرِيَّةْ * بِأَنَّهُ الْحَبِيْبُ الَّذِيْ حَسُنَتْ طِبَاعُهُ وَسَجَايَاهْ * وَدَعَتْ أُمُّهُ عَبْدَ الْمُطَّلِبِ وَهُوَ يَطُوْفُ بِهَاتِيْكَ الْبَنِيَّةْ * فَأَقْبَلَ مُسْرِعًا وَنَظَرَ إِلَيْهِ وَبَلَغَ مِنَ السُّرُوْرِ مُنَاهْ * وَأَدْخَلَهُ الْكَعْبَةَ الْغَرَّاءَ وَقَامَ يَدْعُوْ بِخُلُوْصِ النِّيَّةْ * وَيَشْكُرُ اللهَ تَعَالَي عَلَي مَا مَنَّ بِهِ عَلَيْهِ وَأَعْطَاهْ * وَوُلِدَ صَلَّي الله ُعَلَيْهِ وَسَلَّمَ نَظِيْفًا مَخْتُوْنًا مَقْطُوْعَ السُّرِّ بِيَدِ الْقُدْرَةِ الْإِلَهِيَّةْ * طَيِّبًا دَهِيْنًا مَكْحُوْلَةً بِكُحْلِ الْعِنَايَةِ عَيْنَاهْ * وَقِيْلَ خَتَنَهُ جَدُّهُ بَعْدَ سَبْعِ لَياَلٍ سَوِيَّةْ * وَأَوْلَمَ وَأَطْعَمَ وَسَمَّاهُ مُحَمَّدًا وَأَكْرَمَ مَثْوَاهْ *

Belau SAW terlahir dalam keadaan meletakkan kedua tangannya di atas tanah, mengangkat kepalanya ke langit yang tinggi. Dengat isyarat ( pratanda )ketinggian beliau di atas segala mahluk. Oleh sebab beliau adalah orang yang di kasihi yang amat baik perangai dan budinya. ( Saat itu ) ibunya memanggil S. ‘Abdil Muttholib yang sedang bertawaf di bangunan itu ( Ka’bah ). Lalu bergegas kemabli dan melihatnya dan beliau sampai di ujung kegembiraan. Lalu beliau membawanya masuk di dalam Ka’bah yang cerah dan berdoa dengan ketulusan hati. Beliau bersyukur pada Alloh SWT atas pemberian ini. Beliau SAW di lahirkan dalam keadaan bersih dan sudah bersunat dengan kekuasaan Tuhan, harum, berminyak, dan bercelak kedua matanya dengan celak hasil perhatian Tuhan. Namun ada yang mengatakan bahwa beliau di sunat oleh neneknya setelah berumur genap tujuh hari. Lalu beliau mengadakan walimah dan memberinya nama Muhammad SAW, dan memulyakan kedudukannya.

عَطِّرِ اللَّهُمَّ قَبْرَهُ الْكَرِيْمَ * بِعَرْفٍ شَذِيٍّ مِنْ َصَلَاةٍ وَتَسْلِيْمٍ اللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ وَبَارِكْ عَلَيْهِ وظهر عند ولادته خوارق وغرائب غيبية * إرهاصا لنبوته وإعلاما بأنه مختار الله تعالي ومجتباه * وزيدت السماء حفظا وردّ عنها المردة وذوو النفوس الشيطانية * ورجمت رجوم النيرات كل رجيم في حال مرقاه * وتدلت إليه صلي الله عليه وسلم الأنجم الزهرية * واستنارت بنورها وهاد الحرم ورباه * وخرج معه نور أضاءت له قصور الشام القيصرية * فرأها من ببطاح مكة داره ومغناه * وانصدع الإيوان بالمدائن الكسروية * الذي رفع أنوشروان سمكه وسواه * وسقط أربع عشرة من شرفاته العلوية * وكسر ملك كسري لهول ما أصابه وعراه * وخمدت النيران المعبودة بالممالك الفارسية * لطلوع بدره المنير وإشراق محياه * وغاضت بحيرة ساوه وكان بين همذان وقمّ من البلاد العجمية * وجفّت اذ كف واكف موجها الثجاج ينابيع هاتيك المياه * وفاض وادي سماوة وهي مفازة في فلاة وبرية * لم يكن بها قبل ماء ينقع للظمئان اللهاة * وكان مولده صلي الله عليه وسلم بالموضع المعروف بالعراص المكية * والبلد الذي لايعضد شجره ولا يختلي خلاه * واختلف في عام ولادته وفي شهرها وفي يومها علي أقوال للعلماء مروية * والراجح أنها قبيل فجر يوم الإثنين ثاني عشر شهر ربيع الاول من عام الفيل الذي صدَّه الله عن الحرم وحماه *
Di saat kelahiran Nabi SAW terjadi banyak keanehan gaib, sebagai dasar nubuwahnya dan agar di ketahui bahwa beliau adalah orang yang di pilih oleh-Nya. Langit di tambah penjagaan-nya dan setan- setan yang nakal di tolak dari langit. Dan setiap setan yang ingin naik ke langit di hantam. Bintang- bintang yang berkilau mendekat pada beliau dan menyebabkan dataran tinggi dan rendahnya tanah Harom menjadi bersinar. Bersamaan dengan kelahiran beliau, muncul cahaya yang sinarnya sampai menerangi gedung- gedung Kaesar yang berada di Syam. Dan setiap orang yang berada di Makkah bias melihat cahaya ini. Pagar yang ada di kota Kisro ( Iran ) saat itu pecah, padahal telah di bangun dengan megah oleh raja Anu Syarwan. Bahkan menaranya yang berjumlah empat belas ikut terjatuh. Kerajaan Kisro ( Faris ) hancur ( saat itu ), oleh saking dahsyatnya kelahiran Nabi SAW. Api yang di sembah di kerajan Persia menjadi padam oleh sebab terbitnya Sang Purnama yang bersinar wajahnya. Danau Sawah yang terletak di antara Hamadzan dan Qumm di negeri ‘ajam ( luar arab ) menjadi kering dan sumber- sumbernya menjadi mati oleh sebab. Lembah Samawah yang terletak di antara daratan dan padang belantara yang sebelumnya sama sekali tidak ada airnya untuk orang yang dahaga, menjadi penuh. Beliau SAW di lahirkan di tanah Makkah, yaitu negeri yang tidak boleh di petik pepohonan- nya. Sedangkan mengenai tahun, bulan, dan hari kelahiran- nya, banyak beda pendapat dari para ‘Ulama. Namun qoul yang paling unggul mengatakan bahwa Beliau lahir di saat fajar hampir terbit di hari Senin tanggal dua belas bulan Robi’ul Awwal dari tahun Gajah yang mana telah di halau oleh Alloh SWT dari memasuki tanah Haram.
عَطِّرِ اللَّهُمَّ قَبْرَهُ الْكَرِيْمَ * بِعَرْفٍ شَذِيٍّ مِنْ صَلاَةٍ وَتَسْلِيْم
وأرضعته أمه أياما ثم أرضعته ثويبة الأسلمية * التي اعتقها أبو لهب حين وافته عند ميلاده عليه الصلاة والسلام ببشراه * فأرضعته مع ابنها مسروح وأبي سلمة وهي به حفية * وأرضعت قبله حمزة الذي حمد في نصرة الدين سراه * وكان صلي الله عليه وسلم يبعث إليها من المدينة بصلة وكسوة هي بها حرية * إلي أن أورد هيكلها رائد المنون الضريح وواراه * قيل علي دين قومها الفئة الجاهلية * وقيل أسلمت أثبت الخلاف ابن منده وحكاه * ثم أرضعته الفتاة الحليمة السعدية * وكان قد ردّ كل من القوم ثديها لفقرها وأباه * فأخصب عيشها بعد المحل قبل العشية * ودرّ ثدياها بدر در لبنه اليمين منهما ولبن الأخر أخاه * وأصبحت بعد الهزال والفقر غنية * وسمنت الشارف لديها والشياه * وانجاب عن جانبها كل ملمة ورزية * وطرز السعد برد عيشها الهني ووشاه *
Selama bebrapa hari bliau SAW di susui oleh ibunya, kemudian di susui oleh ibu Tsuwaibah Al-Aslamiyyah. Ia adalah mantan budak milik Abu Lahab yang di merdekakan oleh majikannya sejak ia datang padanya memberi kabar gembira tentang kelahiran Nabi SAW. Ia menyusui baginda bersama putranya yang bernama Masruh dan Abi Salamah dengan sangat senang. Sebelum itu ia menyusui Hamzah yang dapat sanjungan di dalam pembelaannya pada Islam. Dan setelah Nabi SAW berada di Madinah, beliau memberinya pakaian yang layak dan sesuatu yang lain, sampai sepeninggalnya. Adapun agama yang ia anut, ada yang menceritakan bahwa ia tetap memeluk agama kaumnya, yaitu Jahiliyyah. Dan ada pula yang mengatakan bahwa ia telah masuk Islam, sebagaimana yang telah di ceritakan oleh ‘Ulama yang bernama Ibnu Mandah. Kemudian ( setelah beliau selesai di susui oleh Tsuwaibah ), beliau di susui oleh seorang yang masih muda. Yaitu Halimah Assa’diyyah. Sebelum itu, ia tidak laku sebagai penyusu karena saking fakirnya. Namun setelah ia menyusui Nabi SAW, langsung ia menjadi kaya di sore harinya. Sampai air susunya mengalir dengan deras dan hingga susu yang lain di pakai menyusui saudara Nabi SAW. Dan ( berkah dari menyusui Nabi SAW ) ia menjadi gemuk dan kaya, begitu juga onta dan kambing yang ada di dekatnya, dan setiap musibah terhindar dari dirinya dan ahirnya hidupnya menjadi enak.
عطر اللهم قبره الكريم * بعرف شذي من صلاة وتسليم وكان صلي الله عليه وسلم يشب في اليوم شباب الصبي في الشهر بعناية ربانية * فقام علي قدميه في ثلاث ومشي في خمس وقويت في تسع من الشهور بفصيح النطق قواه * وشق الملكان صدره الشريف لديها وأخرجا منه علقة دموية * وأزالا منه حظ الشيطان وبالثلج غسلاه * وملئاه حكمة ومعاني إيمانية * ثم خاطاه وبخاتم النبوة ختماه * ووزناه فرجح بألف من أمته الأمة الخيرية * ونشأ صلي الله عليه وسلم علي أكمل الأوصاف من حال صباه * ثم ردته صلي الله عليه وسلم إلي أمه وهي به غير سخية * حذرا من أن يصاب بمصاب حادث تخشاه * ووفدت عليه حليمة في أيام خديجة السيدة الوضية * فحباه من حبائه الوافر بحباه * وقدمت عليه يوم حنين فقام إليها وأخذته الأريحية * وبسط لها من ردائه الشريف بساط بره ونداه * والصحيح أنها أسلمت مع زوجها والبنين والذرية * وقد عدهما في الصحابة جمع من ثقاة الرواة * Semenjak masih kecil, Nabi SAW berkembang sehari sebagaimana umumnya anak selama satu bulan, dengan pertolongan Tuhan. Maka dalam tempo tiga bulan, beliau sudah bisa berdiri di dua kakinya. Bisa berjalan pada usia lima bulan, dan menjadi kuat fisiknya di usianya yang ke sembilan bulan, dengan di sertai pembicaraan yang terampil. Di saat itu juga ada dua Malaikat melakukan pembedahan pada dada beliau yang mulya dan mengeluarkan segumpal darahnya, yang mana darah itu merupakan bagian setan, lalu membasuhnya dengan salju. Keduanya mengisinya dengan hikmah dan keimanan. Kemudian keduanya menjahitnya dan ahirnya memberikan cap kenabian. Keduanya juga menimbangnya dengan seribu dari ummat beliau yang terbaik, namun beliau lebih berat dari semuanya. Sejak beliau masih kecil sudah berada di dalam peringai yang sangat sempurna. Kemudian, setelah peristiwa pembedahan tersebut ibu Halimah mengembalikannya pada ibu beliau dalam keadaan tiada tega, karena hawatir terjadi sesuatu yang tidak ia inginkan. Kemudian, pada saat setelah beliau nikah dengan Khodijah, seorang besar yang bersinar, ibu halimah pernah berkunjung pada Nabi SAW. Lalu beliau memberinya dengan pemberian yang besar. Dan di saat terjadi perang Hunain, ibu Halimah juga perna menemui Nabi SAW. Lalu beliau menghormatinya dengan pemberian dan mempersilahkan duduk di atas selendang yang sengaja beliau gelar untuknya. Sedangkan agama yang ia peluk menurut qoul yang sohih adalah Islam, ia masuk Islam bersama anak cucunya, sebagaimana ia di katagorikan sebagai Sohabat oleh sekelompok perowi yang bisa di percaya. عَطِّرِ اللّهُمَّ قَبْرَهُ الْكَرِيْم، بِعَرْفٍ شَذِيٍّ مِنْ صَلاَةٍ وَ تَسْلِيْم اَللّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ وَبَارِكْ عَلَيْهِ وَلَمَّا بَلَغَ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَرْبَعَ سِنِيْنَ خَرَجَتْ بِهِ أُمُّهُ إِلَى الْمَدِيْنَةِ النَّبَوِيَّةْ C ثُمَّ عَادَتْ فَوَافَتْهَا بِاْلأَبْوَاءِ أَوْ بِشِعْبِ الْحَجُوْنِ الْوَفاَةْ C وَحَمَلَتْهُ حَاضِنَتُهُ أُمُّ أَيْمَنَ الْحَبَشِيَّةْ C اَلَّتِيْ زَوَّجَهَا بَعْدُ مِنْ زَيْدِ بْنِ حَارِثَةَ مَوْلاَهْ C وَأَدْخَلَتْهُ عَلَى جَدِّهِ عَبْدِ الْمُطَّلِبِ فَضَمَّهُ إِلَيْهِ وَرَقَّ لَهُ وَأَعْلَى رُقِيَّةْ C وَقَالَ: إِنَّ لاِبْنِيْ هٰذَا لَشَأْنًا عَظِيْمًا فَبَخٍ بَخٍ لِمَنْ وَقَّرَهُ وَوَالاَهْ C وَلَمْ تَشْكُ فِيْ صِبَاهُ جُوْعًا وَلاَ عَطَشًا قَطُّ نَفْسُهُ اْلأَبِيَّةْ C وَكَثِيْرًا مَا غَدَا فَاغْتَذَى بِمَاءِ زَمْزَمَ فَأَشْبَعَهُ وَأَرْوَاهْ C وَلَمَّا أُنِيْخَتْ بِفِنَاءِ جَدِّهِ عَبْدِ الْمُطَّلِبِ مَطَايَا الْمَنِيَّةْ C كَفَلَهُ عَمُّهُ أَبُوْ طَالِبٍ شَقِيْقُ أَبِيْهِ عَبْدِ اللهْ C فَقَامَ بِكَفَالَتِهِ بِعَزْمٍ قَوِيٍّ وَهِمَّةٍ وَحَمِيَّةْ C وَقَدَّمَهُ عَلَى النَّفْسِ وَالْبَنِيْنَ وَرَبَّاهْ C وَلَمَّا بَلَغَ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِثْنَيْ عَشَرَ سَنَةً رَحَلَ بِهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عَمُّهُ إِلَى الْبِلاَدِ الشَّامِيَّةْ C وَعَرَفَهُ الرَّاهِبُ بَحِيْرَا بِمَا حَازَهُ مِنْ وَصْفِ النُّبُوَّةِ وَحَوَاهْ C وَقَالَ: إِنِّيْ أَرَاهُ سَيِّدَ الْعَالَمِيْنَ وَرَسُوْلَ اللهِ وَنَبِيَّهْ C قَدْ سَجَدَ لَهُ الشَّجَرُ وَالْحَجَرُ وَلاَ يَسْجُدَانِ إِلاَّ لِنَبِيٍّ أَوَّاهْ C وَإِنَّا لَنَجِدُ نَعْتَهُ فِي الْكُتُبِ الْقَدِيْمَةِ السَّمَاوِيَّةْ C وَبَيْنَ كَتِفَيْهِ خَاتَمُ النُّبُوَّةِ قَدْ عَمَّهُ النُّوْرُ وَعَلاَهْ C وَأَمَرَ عَمَّهُ بِرَدِّهِ إِلَى مَكَّةَ تَخَوُّفًا عَلَيْهِ مِنْ أَهْلِ دِيْنِ الْيَهُوْدِيَّةْ C فَرَجَعَ بِهِ وَلَمْ يُجَاوِزْ مِنَ الشَّامِ الْمُقَدَّسِ بُصْرَاهْ C
Setelah beliau menginjak usia empat tahun, beliau di ajak oleh ibunya pergi ke Madinah. Kemudia sekembalinya dari Madinah dan tepatnya di desa Abwa’ atau di Syi’bil Hajun ( dua pendapat ), Sang ibu wafat. Lalu beliau di gendong dan di asuh oleh Ummu Ayman Alhabasyiyyah yang mana beliau setelah itu di nikahkan oleh Nabi SAW dengan Zaid bin Haritsah, seorang mantan hamba Nabi SAW. Kemudian ( setelah sampai di Makkah ) ibu asuh membawanya masuk ke nenek Abd Muttholib, lalu sang nenek merangkulnya dan mengasihinya dan menggendong- nya ke atas. Seraya beliau berkata, “Anak- ku ini memilki sesuatu yang sangat agung, maka bagus sekali orang yang memulyakan dan mengasihinya.” Semenjak belau masih kecil, beliau tidak pernah sama sekali mengadukan lapar dan dahaga. Sering sekali beliau tidak makan, lalu meminum air zamzam dan ini sudah cukup menjadikan kenyang. Dan setelah nenek Abd. Muttholib meninggal, beliau di asuh oleh sang paman (saudara kandung sang ayah ), yaitu Abi Tholib dengan baik dan menjaganya dengan penuh, dan bahkan beliau lebih di dahulukan dari pada putra- putra sang paman sendiri. Setelah beliau sampai ke usianya yang ke dua belas, beliau di ajak pergi oleh pamannya ke negeri Syam. Di sana oleh pendeta Buhairo tahu pada anak calon nabi ini dari sifat- sifat kenabian yang ada pada diri Nabi SAW. Ia berkata, “Aku yakin anak ini bakal menjadi nabi dan rosul. Pohon dan batu pada sujud padanya, padahal keduanya tiada bersujud kecuali kepada nabi yang banyak kembalinya pada Alloh SWT. Kami menemukan ciri- cirinya di dalam kitab- kitab samawi yang kuno. Di antara kedua punggung Nabi SAW ada cap kenabian yang di selimuti oleh cahaya.” Kemudian pendeta memerintahkan paman Nabi SAW agar di bawa pulang kembali, karena menghawatirkan terjadi sesuatu dari orang- orang Yahudi. Ahirnya Sang paman membawanya pulang dan tidak sampai melewati Bushro sebuah kota yang ada di Syam.
عَطِّرِ اللّهُمَّ قَبْرَهُ الْكَرِيْم، بِعَرْفٍ شَذِيٍّ مِنْ صَلاَةٍ وَ تَسْلِيْم اَللّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ وَبَارِكْ عَلَيْهِ وَلَمَّا بَلَغَ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ خَمْسًا وَعِشْرِيْنَ سَنَةً سَافَرَ إِلَى بُصْرَى فِيْ تِجَارَةٍ لِخَدِيْجَةَ الْفَتِيَّةْ C وَمَعَهُ غُلاَمُهَا مَيْسَرَةُ يَخْدِمُهُ عَلَيْهِ الصَّلاَةُ وَالسَّلاَمُ وَيَقُوْمُ بِمَا عَنَاهْ C وَنَزَلَ تَحْتَ شَجَرَةٍ لَدَى صَوْمَعَةِ نَسْطُوْرَا رَاهِبِ النَّصْرَانِيَّةْ C فَعَرَفَهُ الرَّاهِبُ إِذْ مَالَ إِلَيْهِ ظِلُّهَا الْوَارِفُ وَأَوَاهْ C وَقَالَ: مَا نَزَلَ تَحْتَ هٰذِهِ الشَّجَرَةِ قَطُّ إِلاَّ نَبِيٌّ ذُوْ صِفَاتٍ نَقِيَّةْ C وَرَسُوْلٌ قَدْ خَصَّهُ اللهُ تَعَالَى بِالْفَضَائِلِ وَحَبَاهْ C ثُمَّ قَالَ لِمَيْسَرَةَ: أَفِيْ عَيْنَيْهِ حُمْرَةُ نِ اسْتِظْهَارًا لِلْعَلاَمَةِ الْخَفِيَّةْ C فَأَجَابَهُ بِنَعَمْ فَحَقَّ لَدَيْهِ مَا ظَنَّهُ فِيْهِ وَتَوَخَّاهْ C وَقَالَ لِمَيْسَرَةَ: لاَ تُفَارِقْهُ وَكُنْ مَعَهُ بِصِدْقِ عَزْمٍ وَحُسْنِ طَوِيَّةْ C فَإِنَّهُ مِمَّنْ أَكْرَمَهُ اللهُ تَعَالَى بِالنُّبُوَّةِ وَاجْتَبَاهْ C ثُمَّ عَادَ إِلَى مَكَّةَ فَرَأَتْهُ خَدِيْجَةُ مُقْبِلاً وَهِيَ بَيْنَ نِسْوَةٍ فِيْ عُلِّيَّةْ C وَمَلَكَانِ عَلَى رَأْسِهِ الشَّرِيْفِ مِنْ وَهَجِ الشَّمْسِ قَدْ أَظَلاَّهْ C وَأَخْبَرَهَا مَيْسَرَةُ بِأَنَّهُ رَأَى ذٰلِكَ فِي السَّفَرِ كُلِّهِ وَبِمَا قَالَ لَهُ الرَّاهِبُ وَأَوْدَعَهُ لَدَيْهِ مِنَ الْوَصِيَّةْ C وَضَاعَفَ اللهُ فِيْ تِلْكَ التِّجَارَةِ رِبْحَهَا وَنَمَّاهْ C فَبَانَ لِخَدِيْجَةَ بِمَا رَأَتْ وَمَا سَمِعَتْ أَنَّهُ رَسُوْلُ اللهِ تَعَالَى إِلَى الْبَرِيَّةْ C اَلَّذِيْ خَصَّهُ اللهُ تَعَالَى بِقُرْبِهِ وَاصْطَفَاهْ C فَخَطَبَتْهُ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لِنَفْسِهَا الزَّكِيَّةْ C لِتَشُمَّ مِنَ اْلإِيْمَانِ بِهِ طِيْبَ رَيَّاهْ C فَأَخْبَرَ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَعْمَامَهُ بِمَا دَعَتْهُ إِلَيْهِ هٰذِهِ الْبَرَّةُ التَّقِيَّةْ C فَرَغِبُوْا فِيْهَا لِفَضْلٍ وَدِيْنٍ وَجَمَالٍ وَمَالٍ وَحَسَبٍ وَنَسَبٍ كُلٌّ مِنَ الْقَوْمِ يَهْوَاهْ C وَخَطَبَ أَبُوْ طَالِبٍ وَأَثْنَى عَلَيْهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ بَعْدَ أَنْ حَمِدَ اللهُ بِمَحَامِدَ سَنِيَّةْ C وَقَالَ: هُوَ وَاللهِ بَعْدُ لَهُ نَبَأٌ عَظِيْمٌ يُحْمَدُ فِيْهِ مَسْرَاهْ C فَزَوَّجَهَا مِنْهُ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَبُوْهَا وَقِيْلَ عَمُّهَا وَقِيْلَ أَخُوْهَا لِسَابِقِ سَعَادَتِهَا اْلأَزَلِيَّةْ C وَأَوْلَدَهَا كُلَّ أَوْلاَدِهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِلاَّ الَّذِيْ بِاسْمِ الْخَلِيْلِ سَمَّاهْ
Setelah beliau menginjak usia dua puluh lima tahun, beliau pergi ke Bushro dengan tujuan mendagangkan dagangan Kodijah . Beliau di bantu oleh budaknya yang bernama Maisaroh. Di perjalanan, beliau singgah dan istiahat di bawah pohon yang ada di dekat gereja pendeta yang berama Nasthuro. Lalu pendeta tahu bahwa beliau adalah nabi, karena dedaunan yang sangat lebat itu condong meaunginya. Ia berkata, “Tidak ada yang istirahat di bawa pohon ini selain Nabi yang memiliki sifat- sifat yang bersih dan Rosul yang di pilih dengan pemberian-Nya. Kemudian ia ingin mengecek tanda- tandanya yang lebih samar dan bertanya kepada Maysaroh, “Apakah di kedua matanya ada kemerah- merahan ?.” Maysaroh menjawab, “Ya.” Maka sungguh tepatlah apa yang ia sangka semula. Dn ia berpesan kepada Maysaroh, “Jangan sampai kau meninggalkan orang ini !. Kau harus menyertainya dengan sungguh dan hati yang lapang !, karena orang ini termasuk di antara manusia yang di pilih dan di mulyakan oleh Alloh SWT dengan kenabian !.” Kemudian beliau kembali ke Makkah dan di jemput oleh ibu Khoijah bersama para wanita dari atas panggung, saat itu beliau di kawal oleh dua Malaikat yang menaungi dari atasnya dari terik matahari. Hal semisal ini oleh Maisaroh di lihat selama di perjalanan, lalu olehnya ia ceritakan pada S. Khodijah. Begitu juga apa saja yang di ucapkan dan di pesankan oleh pendeta, semuanya ia ceritakan. Dan di dalam perdagangan ini Alloh SWT memberikan laba yang melimpah pada S. Khodijah. Ahirnya, Khodijah tahu bahwa beliau adalah manusia pilihan Alloh SWT yang di utus pada semua mahluk. Ahirnya beliau memintanya agar Nabi SAW sudi menikahinya, agar bisa mencium bau segar keimanan padanya. Lalu Nabi SAW menceritakan lamaran ini kepada paman- pamannya, ahirnya semuanya setuju karena Khodijah memiliki kelebihan, agama, rupa, nasab, dan harta, yang mana sifat- sifat ini di gandrungi oleh setiap orang. Kemudian, Abi Tholib berpidato dengan memuji Alloh SWT dan memuji pada Nabi SAW. Di dalam pidatonya ia berkata, “Ia ini, demi Alloh, memiliki kisah yang agung yang akan menjadikan-nya mendapat sanjungan.” Ahirnya, S. Khodijah di nikahkan dengan di walikan oleh bapaknya atau pamannya atau saudaranya ( beberapa pendapat ), karena suratan yang menaqdirnya menjadi orang yang beruntung. Dan dari pernikan ini terlahir semua putra- putra Nabi SAW, kecuali putra yang beliau beri nama Ibrohim. !
عَطِّرِ اللّهُمَّ قَبْرَهُ الْكَرِيْم، بِعَرْفٍ شَذِيٍّ مِنْ صَلاَةٍ وَ تَسْلِيْم

! ! اَللّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ وَبَارِكْ عَلَيْهِ ! وَلَمَّا بَلَغَ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ خَمْسًا وَثَلاَثِيْنَ سَنَةً بَنَتْ قُرَيْشُ نِ الْكَعْبَةَ لاِنْصِدَاعِهَا بِالسُّيُوْلِ اْلأَطْبَحِيَّةْ C وَتَنَازَعُوْا فِيْ رَفْعِ الْحَجَرِ اْلأَسْوَدِ فَكُلٌّ أَرَادَ رَفْعَهُ وَرَجَاهْ C وَعَظُمَ الْقِيْلُ وَالْقَالُ وَتَحَالَفُوْا عَلَى الْقِتَالِ وَقَوِيَتِ الْعُصْبِيَّةْ C ثُمَّ تَدَاعَوْا إِلَى اْلإِنْصَافِ وَفَوَّضُوْا اْلأَمْرَ إِلَى ذِيْ رَأْيٍ صَائِبٍ وَأَنَاهْ C فَحَكَمَ بِتَحْكِيْمِ أَوَّلِ دَاخِلٍ مِنْ بَابِ السَّدَنَةِ الشَّيْبِيَّةْ C فَكَانَ النَّبِيُّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَوَّلَ دَاخِلٍ فَقَالُوْا: هٰذَا اْلأَمِيْنُ وَكُلُّنَا نَقْبَلُهُ وَنَرْضَاهْ C فَأَخْبَرُوْهُ بِأَنَّهُمْ رَضُوْهُ أَنْ يَكُوْنَ صَاحِبَ الْحُكْمِ فِيْ هٰذَا الْمُلِمِّ وَوَلِيَّهْ C فَوَضَعَ الْحَجَرَ فِيْ ثَوْبٍ ثُمَّ أَمَرَ أَنْ تَرْفَعَهُ الْقَبَائِلُ جَمِيْعًا إِلَى مُرْتَقَاهْ C فَرَفَعُوْهُ إِلَى مَقَرِّهِ مِنْ رُكْنٍ هَاتِيْكَ الْبَنِيَّةْ C وَوَضَعَهُ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ بِيَدِهِ الشَّرِيْفَةِ فِيْ مَوْضِعِهِ اْلأنَ وَبَنَاهْ
Ketika Nabi SAW berada di usianya yang yang tigapuluh lima, orang- orang Quroisy merenovasi Ka’bah karena keadaannya yang pecah oleh sebab di terpa banjir Makkah. Saat itu mereka berebut mengembalikan Hajar Aswad ke tempatnya semula, setiap orang dari mereka berkeinginan melakukannya. Perang mulut pun teradi, dan akan mereka sudah mengadakan sumpah untuk berperang fisik dan terjadi fanatisme yang berlebihan. Namun mereka akhirnya sadar dan menyerahkan semua ini kepada orang yang yang memiliki pemikiran yang baik dan ketenangan. Lalu orang ini menyerahkan keputusan kepada orang yang pertama kali masuk lewat pitu Sadanah Assyaibiyyah. Dan ternyata Nabi SAW adalah orang yang masuk ke situ lewat pintu tersebut. Maka semuanya berguaman, “Nah, ini Al-amin ( orang yang di percaya ) !. Kita semua rela dan menerimanya.” Lalu mereka menceritakan kerelaan semua pihak di dalam menyelesaikan masalah ini kepada Nabi SAW. Kemudian beliau meletakkan Hajar Aswad tersebut di atas sebuah kain dan memerintahkan kepada semua suku agar mengangkatnya ke tempatnya semula. Ahirnya semuanya turut mengangkatnya di tempatnya yang berdekatan dengan tiang bangunan itu, dan Nabi SAW yang meletakkannya dengan tangan beliau yang mulia di tempatnya yang sekarang dan membangunnya kembali.
! عَطِّرِ اللّهُمَّ قَبْرَهُ الْكَرِيْم، بِعَرْفٍ شَذِيٍّ مِنْ صَلاَةٍ وَ تَسْلِيْم ! ! اَللّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ وَبَارِكْ عَلَيْهِ ! Dوَلَمَّا كَمُلَ لَهُ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَرْبَعُوْنَ سَنَةً عَلَى أَوْفَقِ اْلأَقْوَالِ لِذَوِي الْعَالِمِيَّةْ C بَعَثَهُ اللهُ تَعَالَى لِلْعَالَمِيْنَ بَشِيْرًا وَنَذِيْرًا فَعَمَّهُمْ بِرُحْمَاهْ C وَبُدِئَ إِلَى تَمَامِ سِتَّةِ أَشْهُرٍ بِالرُّؤْيَا الصَّادِقَةِ الْجَلِيَّةْ C فَكَانَ لاَ يَرَى رُؤْيَا إِلاَّ جَائَتْ مِثْلَ فَلَقِ صُبْحٍ أَضَاءَ سَنَاهْ C وَإِنَّمَا ابْتُدِئَ بِالرُّؤْيَا تَمْرِيْنًا لِلْقُوَّةِ الْبَشَرِيَّةْ C لِئَلاَّ يَفْجَأَهُ الْمَلَكُ بِصَرِيْحِ النُّبُوَّةِ فَلاَ تَقْوَاهُ قُوَاهْ C وَحُبِّبَ إِلَيْهِ الْخَلاَءُ فَكَانَ يَتَعَبَّدُ بِحِرَاءَ اللَّيَالِيَ الْعَدَدِيَّةْ C إِلَى أَنْ أَتَاهُ فِيْهِ صَرِيْحُ الْحَقِّ وَوَافَاهْ C وَذٰلِكَ فِيْ يَوْمِ اْلإِثْنَيْنِ لِسَبْعَ عَشْرَةَ لَيْلَةً خَلَتْ مِنْ شَهْرِ اللَّيْلَةِ الْقَدْرِيَّةْ C وَثَمَّ أَقْوَالٌ لِسَبْعٍ أَوْ ِلأَرْبَعٍ وَعِشْرِيْنَ مِنْهُ أَوْ لِثَمَانٍ مِنْ شَهْرِ مَوْلِدِهِ الَّذِيْ بَدَا فِيْهِ بَدْرُ مُحَيَّاهْ C فَقَالَ لَهُ: اقْرَأْ، فَقَالَ: ‹‹ مَا أَنَا بِقَارِئٍ ›› فَغَطَّهُ غَطَّةً قَوِيَّةْ C ثُمَّ قَالَ لَهُ: اقْرَأْ، فَقَالَ: ‹‹ مَا أَنَا بِقَارِئٍ ››، فَغَطَّهُ ثَانِيَةً حَتَّى بَلَغَ مِنْهُ الْجَهْدَ وَغَطَّاهْ C ثُمَّ قَالَ لَهُ: اقْرَأْ، فَقَالَ: ‹‹ مَا أَنَا بِقَارِئٍ ››، فَغَطَّهُ ثَالِثَةً لِيَتَوَجَّهَ إِلَى مَا سَيُلْقَى إِلَيْهِ بِجَمْعِيَّةْ C وَيُقَابِلَهُ بِجِدٍّ وَاجْتِهَادٍ وَيَتَلَقَّاهْ C ثُمَّ فَتَرَ الْوَحْيُ ثَلاَثَ سِنِيْنَ أَوْ ثَلاَثِيْنَ شَهْرًا لِيَشْتَاقَ إِلَى انْتِشَاقِ هَاتِيْكَ النَّفَحَاتِ الشَّذِيَّةْ C ثُمَّ أُنْزِلَتْ عَلَيْهِ : { يَاأَيُّهَا الْمُدَّثِّرُ } فَجَاءَهُ جِبْرِيْلُ بِهَا وَنَادَاهْ C فَكَانَ لِنُبُوَّتِهِ فِيْ تَقَدُّمِ { اقْرَأْ بِاسْمِ رَبِّكَ } شَاهِدٌ عَلَى أَنَّ لَهَا السَّابِقِيَّةْ C وَالتَّقَدُّمُ عَلَى رِسَالَتِهِ بِالْبِشَارَةِ وَالنِّذَارَةِ لِمَنْ دَعَاهْ
Setelah beliau menginjak usianya yang ke empat puluh, menurut qoul yang paling sohih, beliau di utus oleh Alloh SWT ke seluruh jagad sebagai orang yang bertugas memberi kabar gembira dan pemberi peringatan, sehingga semuanya mendapatkan hidangan rohmah. Pertama- tama beliau di beri mimpi- mimpi yang benar dan jelas. Setiap kali beliau bermimpi, maka selalu membawa sinar cerah sebagaimana saat fajar menyingsing. Risalah ini memang di mulai dengan mimpi adalah agar menjadi pelatihan terhadap kekuatan manusiawi, agar tidak di kejutkan dengan Malaikat yang tampak jelas dengan membawa kenabian hingga menjadi tidak kuat. Setelah itu, beliau senang menyendiri dan beribadat di goa Hira selama beberapa malam hingga ahirnya beliau mendapatkan dan di datangi oleh kebenaran yang jelas. Peristiwa itu terjadi di hari Senin tanggal tujuh belas dari bulan yang di dalamnya terdapat Lailatul Qodar. Namun di balik qoul ini, ada yang mengatakan bahwa peristiwa ini terjadi pada tanggal “dua puluh empat” atau “dua puluh tujuh” atau “dua puluh delapan” dari bulan Robi’ Awwal. Malaikat ( Jibril ) berkata pada Nabi SAW, ‘Iqro” ( Bacalah ! ). Lalu beliau menjawab, ‘Aku tidak bisa membaca’. Lalu Malaikat memeluknya dengan kuat. Kemudian Malaikat berkata lagi, “Iqro’ !. Maka Nabi- pun menjawab, “Aku tidak bisa membaca.” Maka Malaikat memeluknya untuk kedua kalinya hingga beliau mendapat kepayahan. Kemudian Malikat berkata lagi, “Iqro’ !.” Dan Nabi SAW menjawab, “Aku tidak bisa menjawab.” Ahirnya Malaikat memeluknya untuk yang ketiga agar supaya beliau berkonsentrasi dengan penuh kepada apa yang bakal di wahyukan padanya dan agar menerimanya dengan sungguh- sungguh. Kemudian wahyu mengalami transisi selama tiga tahun atau tiga puluh bulan, agar supaya ada kerinduan untuk mencium bau segar yang sangat beraroma. Kemudian di turunkan wahyu “Yaa ayyuhal muddatssir” yang di bawa Jibril dan langsung di panggilkan pada Nabi SAW. Di awalinya wahyu dengan Ayat “Iqro’” menjadi bukti bahwa Nubuwwah beliau mendahului Risalah-nya yang berisi kabar gembira dan peringatan kepada orang yang di da’wahi. ! عَطِّرِ اللّهُمَّ قَبْرَهُ الْكَرِيْم، بِعَرْفٍ شَذِيٍّ مِنْ صَلاَةٍ وَ تَسْلِيْم ! ! اَللّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ وَبَارِكْ عَلَيْهِ ! وَأَوَّلُ مَنْ أمَنَ بِهِ مِنَ الرِّجَالِ أَبُوْ بَكْرٍ صَاحِبُ الْغَارِ وَالصِّدِّيْقِيَّةْ C وَمِنَ الصِّبْيَانِ عَلِيُّ وَمِنَ النِّسَاءِ خَدِيْجَةُ الَّتِيْ ثَبَّتَ اللهُ بِهَا قَلْبَهُ وَوَقَاهْ C وَمِنَ الْمَوَالِيْ زَيْدُ بْنُ حَارِثَةَ وَمِنَ اْلأَرِقَّاءِ بِلاَلُ نِ الَّذِيْ عَذَّبَهُ فِي اللهِ أُمَيَّةْ C وَأَوْلاَهُ مَوْلاَهُ أَبُوْ بَكْرٍ مِنَ الْعِتْقِ مَا أَوْلاَهْ C ثُمَّ أَسْلَمَ عُثْمَانُ وَسَعْدٌ وَسَعِيْدٌ وَطَلْحَةُ وَابْنُ عَوْفٍ وَابْنُ عَمَّتِهِ صَفِيَّةْ C وَغَيْرُهُمْ مِمَّنْ أَنْهَلَهُ الصِّدِّيْقُ رَحِيْقَ التَّصْدِيْقِ وَسَقَاهْ C وَمَا زَالَتْ عِبَادَتُهُ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَأَصْحَابِهِ مَخْفِيَّةْ C حَتَّى أُنْزِلَتْ عَلَيْهِ ﴿ ÷íy‰ô¹$$sù $yJÎ/ ãtB÷sè? ﴾ فَجَهَرَ بِدُعَاءِ الْخَلْقِ إِلَى اللهْ C وَلَمْ يَبْعُدْ مِنْهُ قَوْمُهُ حَتَّى عَابَ أَلِهَتَهُمْ وَأَمَرَ بِرَفْضِ مَا سِوَى الْوَحْدَانِيَّةْ C فَتَجَرَّؤُوْا عَلَى مُبَارَزَتِهِ بِالْعَدَاوَةِ وَأَذَاهْ C وَاشْتَدَّ عَلَى الْمُسْلِمِيْنَ الْبَلاَءُ فَهَاجَرُوْا فِيْ سَنَةِ خَمْسٍ إِلَى النَّاحِيَةِ النَّجَاشِيَّةْ C وَحَدَبَ عَلَيْهِ عَمُّهُ أَبُوْ طَالِبٍ فَهَابَهُ كُلٌّ مِنَ الْقَوْمِ وَتَحَامَاهْ C وَفُرِضَ عَلَيْهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قِيَامُ بَعْضٍ مِنَ السَّاعَاتِ اللَّيْلِيَّةْ C ثُمَّ نُسِخَ بِقَوْلِهِ تَعَالَى فَاقْرَؤُوْا مَا تَيَسَّرَ مِنْهُ وَأَقِيْمُوا الصَّلاَةْ C وَفُرِضَ عَلَيْهِ رَكْعَتَانِ بِالْغَدَاةِ وَرَكْعَتَبْنِ بِالْعَشِيَّةْ C ثُمَّ نُسِخَ بِإِيْجَابِ الصَّلَوَاتِ الْخَمْسِ فِيْ لَيْلَةِ مَسْرَاهْ C وَمَاتَ أَبُوْ طَالِبٍ فِيْ نِصْفِ شَوَّالٍ مِنْ عَاشِرِ الْبِعْثَةِ وَعَظُمَتْ بِمَوْتِهِ الرَّزِيَّةْ C وَتَلَتْهُ خَدِيْجَةُ بَعْدَ ثَلَاثَةِ أَيَّامٍ وَشَدَّ الْبَلاَءُ عَلَى الْمُسْلِمِيْنَ عُرَاهْ C وَأَوْقَعَتْ قُرَيْشٌ بِهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كُلَّ أَذِيَّةْ C وَأَمَّ الطَّائِفَ يَدْعُوْ ثَقِيْفًا فَلَمْ يُحْسِنُوْا بِاْلإِجَابَةِ قِرَاهْ C وَأَغْرَوْا بِهِ السُّفَهَاءَ وَالْعَبِيْدَ فَسَبُّوْهُ بِأَلْسِنَةٍ بَذِيَّةْ C فَرَمَوْهُ بِالْحِجَارَةِ حَتَّى خُضِّبَتْ بِالدِّمَاءِ نَعْلاَهْ C ثُمَّ عَادَ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِلَى مَكَّةَ حَزِيْنًا فَسَأَلَهُ مَلَكُ الْجِبَالِ فِي إِهْلاَكِ أَهْلِهَا ذَوِي الْعُصْبِيَّةْ C فَقَالَ: ‹‹ إِنِّيْ أَرْجُوْ أَنْ يُخْرِجَ اللهُ مِنْ أَصْلاَبِهِمْ مَنْ يَتَوَّلاَّهْ ››
Orang yang pertama kali beriman pada Nabi SAW dari laki- laki dewasa adalah Abu Bakr yang terkenal dengan sebutan Siddiq dan goa. Dan yang dari kalangan anak- anak adalah Aly bin Abi Tholib, dan dari wanita adalah Khodijah, orang yang hatinya di kuatkan oleh Alloh SWT dan di jaganya. Sedangkan dari kalangan mantan budak adalah Zaid bin Haritsah, dan dari budak adalah Bilal, orang yang pernah di siksa oleh majikannya yaitu Umayyah demi mempertahankan agama Alloh SWT dan kemudian di tebus oleh Abu Bakr lalu di merdekakan olehnya. Kemudian menyusul masuk Islam Utsman, Sa’d, Sa’id, Tholhah, Abdurrohman, saudara sepupunya yaitu Sofiyyah, dan lain- lain, yaitu orang- orang yang di beri minum keimanan oleh Abi Bakr ( ya’ni di da’wahi oeh beliau ). Saat itu beliau dan para sahabat terus menerus melakukan ibadah dengan cara sembunyi- sembunyi, sampai beliau di beri Ayat yang memerintahkan agar terbuka di dalam berda’wah ( Al-Hijr : 94 ), dan ahirnya beliau terbuka di dalam berda’wah. Tidak lama kemudian beliau mencela barang- barang yang mereka anggap tuhan dan mengajak meninggalkan segala bentuk kemusyrikan. Dan ini menyebabkan mereka berani melawan dan memusuhinya, sampai- sampai kaum Muslim mendapat derita yang amat sangat dari permusuhan mereka, dan ahirnya mereka berhijrah ke daerah yang di pimpin oleh raja Najasyi pada tahun ke lima dari kenabian. Sedangkan Nabi SAW di bela oleh pamannya, Abi Tholib, maka semuanya segan dan takut. Di saat itu beliau di wajibkan melakukan solat sebentar di waktu malam, dan ini berjalan terus hingga di revisi dengan Ayat Al-Muzzammil : 20. Kemudian beliau di wajibkan melakukan solat dua roka’at di pagi hari dan dua roka’at di sore hari. Sampai ahirnya kewajiban ini di rubah dengan di wajibkannya solat lima waktu di beliau di panggil isro’. Kemudian di saat pertengahan bulan Syawwal pada tahun ke sepuluh dari kenabian, Abu Tholib meninggal. Kemudian S. Khodijah ikut menyusul kepergian Abi Tholib selang tiga hari. Maka kematian kedua tokoh ini menyebabkan kaum Muslimin tambah menderita dan Nabi SAW mendapat perlakuan yang sangat buruk dari kaum Quroisy. Kemudian pada suatu saat, Nabi SAW berangkat menuju Thoif dengan tujuan memberi da’wah kepada suku Tsaqif, namun mereka tidak mengindahkan ajakan beliau dan bahkan mereka menyuruh para budak dan anak- anak kecil agar mencacinya dan melemparkan batu padanya sampai sandal beliau terkena darah dari kakinya. Kemudian Nabi SAW kembali ke Makkah dengan di liputi kesusahan, lalu beliau di temui Malaikat yang mengurusi gunung dan menawarkan padanya untuk menghancurkan mereka yang memilki fanatisme jahiliyyah. Namun beliau menjawabnya, “Aku berharap Alloh akan mengeluarkan dari mereka anak- anak yang di kasihi oleh-Nya.” ! عَطِّرِ اللّهُمَّ قَبْرَهُ الْكَرِيْم، بِعَرْفٍ شَذِيٍّ مِنْ صَلاَةٍ وَ تَسْلِيْم ! ! اَللّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ وَبَارِكْ عَلَيْهِ ! ثم أسري بروحه و جسده يقظة من المسجد الحرام إلى المسجد الأقصى و رحابه القدسية C و عرج به إلى السموات فرأى أدم في الأولى و قد جلله الوقار و علاه C و رأى في الثانية عيسى ابن مريم البتول البرة التقية C و ابن خالته يحيى الذي أوتي الحكم في حال صباه C و رأى في الثالثة يوسف بصورته الجمالية C و في الرابعة إدريس الذي رفع الله مكانه و أعلاه C و في الخامسة هارون المحبب في الأمة الإسرائيلية C و في السادسة موسى الذي كلمه الله تعالى و ناجاه C و في السابعة إبراهيم الذي جاء ربه بسلامب القلب و حسن الطوية C و حفظه من نار نمرود و عافاه C ثم رفع إلى سدرة المنتهى إلى أن سمع صريف الأقلام بالأمور المقضية C إلى مقام المكافحة الذي قربه الله فيه و أدناه C و أماط له حجب الأنوار الجلالية C و أراه بعيني رأسه من حضرة الربوبية ما أراه C و بسط له بسط الإدلال في المجال الذاتية C و فرض عليه و على أمته خمسين صلاة ثم انهل سحاب الفضل فردت إلى خمس عملية C و لها أجر الخمسين كما شاءه في الأزل و قضاه C ثم عاد في ليلته فصدقه الصديق بمسراه C و كل ذي عقل و روية C و كذبته قريش و ارتد من أضله الشيطان و أغواه
Kemudian Nabi SAW di panggil berisro’ dengan ruh dan jasad beliau dalam keadaan terjaga dari Almasjidil Harom ke Almasjidil Aqsho dan halamannya yang suci. Dan beliau juga di naikkan ke langit, dan di langit yang pertama beliau melihat Nabi Nabi Adam dalam keadaan yang sangat agung. Di lagit yang kedua beliau melihat Nabi ‘Isa bin Maryam, seorang perawan yang baik dan bertaqwa, dan di sana juga bertemu dengan saudara sepupu ‘Isa, yaitu Nabi Yahya, nabi yang di angkat menjadi nabi sejak saat masih kecil. Di langit ketiga, beliau melihat Nabi Yusuf dengan keadaannya yang sangat tampan. Di langit keempat beliau melihat Nabi Idris yang di derajat dan tempatnya di tinggikan oleh Alloh SWT. Beliau melihat Nabi Harun yang di sukai oleh Bani Isroil di langit yang kelima. Dan di langit yang keenam beliau melihat Nabi Musa yang pernah menerima firman Alloh SWT secara langsung. Di langit yang ke tujuh beliau melihat Nabi Ibrohim yang menghadap Tuhan-nya dengan hati yang semat dan baik dan pernah di bakar oleh raja Numrudz namun di selamatkan oleh Alloh dari rekayasa raja. Kemudian beliau di angkat sampai ke Sidrotil Muntaha hingga beliau bisa mendengar suara Qolam yang menulis segala sesuatu yang bakal terjadi, dan bahkan sampai ke maqom Mukafahah, sebuah tempat yang dekat pada Alloh Ta’ala. Saat itu Alloh Ta’ala menghilangkan tabir- tabir Nur keagungan, sampai beliau di perlihatkan Dzat Alloh Ta’ala dengan dua mata kepala beliau. Di situ juga di bentangkan maqom Idlal dengan Tuhan. Dan di wajibkan atas beliau dan ummmatnya lima puluh kali solat sehari semalam. Namun tercurahlah awan anugrah sampai di kurangi hingga hanya di wajibkan lima kali yang memilki nilai atau pahala sama dengan lima puluh kali, sebagaimana ketentuan Azali-Nya. Kemudian beliau kembali pada malam itu juga, dan dari sekembalinya ada yang mempercayai isro’ ini, seperti Abi Bakr R.A dan orang- orang yang memiliki pemikiran yang benar. Namun rata- rata orang- orang Quroisy tidak percaya padanya dan bahkan ada pula orang menjadi murtad karena tertipu dengan godaan setan. عطر اللهم قبره الكريم * بعرف شذي من صلاة وتسليم اللهم صل وسلم وبارك عليه ثم عرض نفسه علي القبائل بأنه رسول الله في الايم الموسمية * فأمن به ستة من الانصار اختصهم الله برضاه * وحج منهم في القابل اثنا عشر رجلا وبايعوه بيعة حقية * ثم انصرفوا فظهر الاسلام بالمدينة فكانت معقله ومأواه * وقدم عليه في العام الثالث سبعون أو وثلاثة او خمسة وامرأتان من القبائل الاوسية والخزرجية * فبايعوه وأمر عليهم اثني عشر نقيبا جحاجحة سراه * فهاجر إليهم من مكة ذو الملة الاسلامية * وفارقوا الاوطان رغبة في ما أعد لمن هجر الكفر و نأه * وخافت قريش ان يلحق صلي الله عليه وسلم به علي الفورية * فأتمروا بقتله فحفظه الله تعالي من كيدهم ونجاه * وأذن له صلي الله عليه وسلم في الهجرة فركبه المشركون ليوردوه بزعمهم حياض المنية * فخرج عليهم ونثر علي رؤسهم التراب وحثاه * وأم غار ثور وفاز الصديق فيه بالمعية * وأقام فيه ثلاثا تحمي الحمائم والعناكب حماه * ثم خرج منه ليلة الاثنين وهو صلي الله عليه وسلم علي خير مطية * وتعرض له سراقة فابتهل فيه الي الله ودعاه * فساخت قوائم يعبوبه في الارض اللبة القوية * وسأله الامان فمنحه اياه *
Kemudian beiau menunjukkan kepada beberapa suku di saat ada acara peribadatan haji bahwa dirinya adalah utusan Alloh Ta’ala. Lalu dari kelompok Anshor ada enam orang yang beriman padanya, yaitu orang- orang yang mendapatkan kekhususan ridlo dari-Nya. Dan di tahun kemudian dari kelompok Anshor juga ada yang pergi haji dan kemudian membai’atnya ( masuk Islam ) dengan sungguh- sungguh. Maka dari kepulangan mereka, Islam mulai ramai di Madinah hingga kota ini menjadi tempat singgah Islam. Kemudian pada tahun ketiga datang juga tujuh puluh tiga ( ada yang mengatakan tujuh puluh lima orang ) dan dua wanita dari suku Aus dan Khozroj. Dan dari jumlah tersebut, semuanya membai’atnya dan beliau memberikan mandat kepada dua belas orang yang memiliki jiwa ketokohan untuk memimpin mereka. Kemudian mereka inilah yang menjadi tempat orang- orang Muslim Makkah yang berhijrah demi meraih pahala yang di siapkan bagi orang- orang yang sudi meninggalkan kekufuran. Lalu orang- orang Quroisy merasa hawatir jika Nabi SAW menyusul mereka dengan cepat. Maka mereka berembug untuk membunuhnya, namun Alloh Ta’ala tetap menjaganya dari tipu daya mereka. Dan beliau mendapat ijin untuk berhijrah, maka mereka pun menjeratnya dan ingin menjatuhkannya di lembah kematian. Lalu beliau keluar menghadapi mereka dan menebarkan debu di ats kepala mereka, dan beliau beristirahat di goa Tsaur dengan di sertai sahabat Abu Bakr R.A dan hal ini merupakan suatu keberuntungan baginya. Di dalam goa tersebut beliau berdiam selama tiga hari dengan di jaga oleh burung merpati dan laba- laba pada daerah sekitar goa. Kemudian beliau keluar dari goa pada malam Senin dengan mengendarai kendaraan yang sangat bagus. Dan di tengah perjalanan, beliau di kejar oleh Suroqoh, maka dengan hati yang sangat tulus dan rendah beliau berdoa pada Alloh Ta’ala. Lalu kaki kuda yang ia tumpangi masuk ke dalam tanah yang keras, tapi setelah ia meminta keamanan dari beliau, beliau tetap memberikan keamanan. عطر اللهم قبره الكريم * بعرف شذي من صلاة وتسليم اللهم صل وسلم وبارك عليه ومر صلي الله عليه وسلم بقديد علي أم معبد الخزاعية * وأراد ابتياع لحم او لبن منها فلم يكن خباؤها لشيئ من ذلك قد حواه * فنظر إلي شاة في لبيت قد خلفها الجهد عن الرعية * فاستأذنها في حلبها فأذنت وقالت لو كان بها حلب لأصبناه * فمسح الضرع منها ودعا الله مولاه ووليه * فدرت فحلب وسقي كلا من القوم وأرواه * ثم حلب وملأ الإناء وغادره لديها أية جلية * فجاء أبو معبد ورأي اللبن فذهب به العجب إلي أقصاه * وقال أني لك هذا ولا حلوب باليت تبض بقطرة لبنية * فقالت مر بنا رجل مبارك كذا وكذا جثمانه ومعناه * فقال هذا صاحب قريش وأقسم بكل ألية * بأنه لو رأه لآمن به واتبعه وداناه * وقدم صلي الله عليه وسلم المدينة يوم الإثنين ثاني عشر شهر ربيع الأول وأشرقت به أرجاؤها الزكية * وتلقاه الأنصار ونزل بقباء وأسس مسجدها علي تقواه * Di perjalanan hijrah, beliau melewati daerah Qudaid dan singgah di rumah Ummi Ma’bad Al-khuza’iyyah. Di situ beliau hendak membeli daging atau susu, namun di dalam bejana- bejana yang di miliki Ummi Ma’bad sama sekali tidak ada isinya. Lalu beliau melihat kambing yang ada di rumah yang sedang dalam keadaan sangat lemah dan tidak bisa di gembala. Lalu beliau minta ijin padanya untuk memperahnya dan tuah rumah pun mengijinkan seraya berkata, “Seandainya ada air susunya, sudah barang tentu kami bisa mendapatkannya.” Kemudian Nabi memegang susu kambing tersebut sambil berdoa pada Alloh, Tuhan yang mengasihi dan menolongnya. Maka kontan air susu kambing menjadi deras dan bahkan bisa mencukupi rombongan yang menyertai Nabi. Nabi Saw juga mengulangi memperahnya dan meletakkan di bejana yang ada di situ dan meninggalkannya sebagai tanda yang sangat jelas. Kemudian setelah itu, sang suami yaitu Abu Ma’bad datang dan melihat air susu yang melimpah hingga ia di buatnya sangat heran. Ia bertanya, “Bagaimana ini, padahal di dalam rumah tidak ada kambing yang bisa mengeluarkan air susu setetespun ?.” Sang istri menjawab, “Tadi ada laki- laki yang penuh berkah bercirikan begini dan begitu mampir ke sini.” Sang suami menambahkan, “O, itu seseorang dari Quroisy !!.” Bahkan ia bersumpah, “Seandainya ia melihatnya, niscaya ia akan mendekat padanya, mengikuti, dan beriman padanya.” Kemudian Nabi SAW sampai di Madinah pada hari Senin tanggal dua belas Robi’ul Awwal. Dan sebab kedatangan beliau ini,kota Madinah menjadi cerah dan bersih. Dan saat beliau datang, beliau di jemput para sahabat Ansor, dan beliau singgah di Qoba’ dan mendirikan masjid di sana dengan pondasi taqwa. عطر اللهم قبره الكريم * بعرف شذي من صلاة وتسليم اللهم صل وسلم وبارك عليه وكان صلي الله عليه وسلم أكمل الناس خلقا وخلقا ذا ذات وصفات سنية * مربوع القامة أبيض اللون مشربا بحمرة واسع العينين أكحلهما أهدب الأشفار قد منح الزجج حاجباه * مفلج الاسنان واسع الفم حسنه واسع الجبين ذا جبهة هلالية * سهل الخدين يري في أنفه بعض احديداب حسن العرنين اقناه * بعيد ما بين المنكبين سبط الكفين ضخم الكراديس قليل لحم العقب كث اللحية عظيم الرأس شعره الي الشحمة الاذنية * وبين كتفيه خاتم النبوة قد عمه النور وعلاه * وعرقه كاللؤلؤ وعرفه اطيب من النفحات المسكية * ويتكفؤ في مشيته كأنما ينحط من صبب ارتقاه * وكان يصافح المصافح بيده الشريفة فيجد منها سائر اليوم رائحة عبهرية * ويضعها علي رأس الصبي فيعرف مسه من بين الصبية ويدراه * يتلألؤ وجهه الشريف تلألؤ القمر في الليلة البدرية * يقول ناعته لم أر قبله ولا بعده بشر يراه * Adalah Nabi SAW orang yang paling sempurna tubuh dan budinya, berpribadi dan budi yang luhur. Beliau sedang ketinggian badannya, putih kemerah- merahan, luas dan bercelak kedua matanya, tebal serta melengkung kedua alisnya, runcing gigi- giginya, luas dan indah mulutnya, luas keningnya, dengan dahi yang bersinar, rata kedua pipinya, pada hidungnya ada sedikit, berjauhan jarak kedua punggungnya, luas kedua tapak tanganya, sedikit , sedikit daging tungkanya, tebal jenggotnya, dengan rambut yang menggapai daun telinga. Di antara kedua punggungnya ada cap kenabian dengan sinar yang menyelubunginya. Keringat beliau seperti kilauan mutiara, keringatnya berbau harum melebihi keharuman misik. Ketika berjalan seakan turun dari dataran tinggi. Jika ada orang yang bersalaman dengan tangan beliau yang mulya, maka ia akan mendapatkan keharuman tangannya berhari- hari. Dan jika seandainya beliau memegang salah kepala salah satu anak kecil, maka anak tersebut akan di ketahui bahwa anak tersebut pernah di pegang oleh Nabi SAW dari antara sekian banyak anak karena baunya yang wangi. Wajah beliau berkilau bagai bulan purnama, sampai orang yang pernah melihatnya akan menerangkan sifat- sifatnya dengan uapannya, “Aku tidak pernah melihat sebelumnya seorang pun dan tidak akan bakal ada orang yang melihat orang yang seperti beliau. عَطِّرِ اللَّهُمَّ قَبْرَهُ الْكَرِيْمَ * بِعَرْفٍ شَذِيٍّ مِنْ صَلاَةٍ وَتَسْلِيْمٍ اللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ وَبَارِكْ عَلَيْهِ وكان صلي الله عليه وسلم شديد الحياء والتواضع يخصف نعله ويرقع ثوبه ويحلب شاته ويسير في خدمة أهله بسيرة سرية * ويحب الفقراء والمساكين ويجلس معهم ويعود مرضاهم ويشيع جنائزهم ولا يحقر فقيرا أدقعه الفقر وأشواه * ويقبل المعذرة ولايقابل أحدا بما يكره ويمشي مع الارملة وذوي العبودية * ولا يهاب الملوك ويغضب لله تعالي ويرضي لرضاه * ويمشي خلف أصحابه ويقول خلوا ظهري للملائكة الروحانية * ويركب البعير والفرس والبغلة وحمارا بعض الملوك إليه أهداه * ويعصب علي بطنه الحجر من الجوع وقد أوتي مفاتيح الخزائن الأرضية * وراودته الجبال بأن تكون له ذهبا فأباه * وكان صلي الله عليه وسلم يقل اللغو ويبدؤ من لقيه بالسلام ويطيل الصلاة ويقصر الخطب الجمعية * ويتألف اهل الشرف ويكرم اهل الفضل ويمزح ولايقول إلا حقا يحبه الله تعالي ويرضاه * وههنا وقف بنا جواد المقال عن الطراد في الحلبة البيانية * وبلغ ظاعن الاملاء في فدافد الإيضاح منتهاه * Dan adalah Nabi SAW sangat pemalu dan tawadlu’, beliau menjahit sandalnya, menambal bajunya, memperah kambingnya dan melayani keluarganya dengan dirinya. Beliau mencintai orang- orang faqir miskin, duduk bersama mereka, membesuk mereka yang sedang sakit, mengiring jenazah mereka, dan tidak pernah menghina orang faqir yang terbakar oleh kefakirannya. Beliau mengampuni orang lain, tidak menghadapi seseorang dengan sesuatu yang ia benci, dan berjalan dengan para janda dan budak. Beliau sama sekali tidak takut pada raja dan marah karena Alloh dan ridlo karena di situ ada ridlo Alloh. Beliau berjalan di belakang para Sahabatnya dan berkata pada merteka, “Biarkan di belakangku ada para Malaikat yang halus !.” Beliau berkendara onta, kuda, bighol, dan himar ( keledai ) yang di hadiahkan oleh sebagian raja pada beliau. Beliau membalutkan batu pada perutnya karena saking laparnya, padahal beliau telah di beri kunci- kunci ekonomi dunia. Pernah pada suatu saat, gunung- gunung menawarkan padanya untuk berubah menjadi emas, namun beliau menolaknya. Dan adalah Nabi SAW sangat sedikit sekali berbuat yang tidak berguna. Beliau jika bertemu seseorang, maka beliau-lah yang memulai memberikan salam. Dan jika solat, beliau melakukannya agak lama. Sedangkan jika berhitbah, maka beliau mempercepatnya. Kepada orang- orang memiliki kemulyaan, beliau bergaul dengan santai dan kalem. Beliau memulyakan orang- orang mulya. Beliau juga bergurau, namun tidak berucap kecuali dengan ucapan yang benar yang di cintai dan di ridloi oleh Alloh. Di sini, keterangan- keterangan yang mirip dengan kuda yang indah telah berhenti dari perjalanannya di medan penjelasan. Dan imla’ yang berangkat sudah sampai garis finishnya. عطر اللهم قبره الكريم * بعرف شذي من صلاة وتسليم اللهم صل وسلم وبارك عليه اللهم يا باسط اليدين بالعطية * يا من اذا رفعت اليه أكف العبد كفاه * يا من تنزه في ذاته وصفاته الاحدية * عن ان يكون له فيها نظائر واشباه * يا من تفرد بالبقاء والقدم والازلية * يا من لا يرجي غيره ولا يعول علي سواه * يا من استند الأنام إلي قدرته القيومية * وأرشد بفضله من استشده واستهداه * نسألك اللهم بأنوارك القدسية * التي أزاحت من ظلمات الشك دجاه * ونتوسل إليك بشرف الذات المحمدية * وبأله كواكب أمن البرية وسفينة السلامة والنجاة * وبأصحابه أولي الهداية والأفضلية * الذين بذلوا نفوسهم لله يبتغون فضلا من الله * وبحملة شريعته أولي المناقب والخصوصية * الذين استبشروا بنعمة وفضل من الله * أن توفقنا في الأقوال والأعمال لإخلاص النية * وتنجح لكل من الحاضرين والغائبين مطلبه ومناه * وتخلصنا من أسر الشهوات والأدواء القلبية * وتحقق لنا من الآمال ما بك ظنناه * وتكفينا كل مدلهمة وبلية * ولا تجعلنا ممن أهواه هواه * وتدني لنا من حسن اليقين قطوفا دانية جنية *وتمحو عنا كل ذنب جنيناه * وتستر لكل منا عيبه وعجزه وحصره وعيه * وتسهل لنا من صالح الاعمال ما عز ذراه * وتعم جمعنا هذا من خزائن منحك السنية * برحمة ومغفرة وتديم عمن سواك غناه * اللهم إنك جعلت لكل سائل مقاما ومزية * ولكل راج ما أمله فيك ورجاه * وقد سألناك راجين مواهبك اللدنية * فحقق لنا ما منك رجوناه * اللهم أمن الروعات وأصلح الرعاة والرعية * وأعظم الأجر لمن جعل هذا الخير في هذا اليوم وأجراه * اللهم اجعل هذه البلدة وسائر بلاد الإسلام أمنة رخية * واسقنا غيثا يعم انسياب سيبه السبسب ورباه * واغفر لناسج هذه البرود المحبرة المولدية * سيدنا جعفر من إلي البرزنجي نسبته ومنتماه * وحقق له الفوز بقربك والرجاء والأمنية * واجعل مع المقربين مقيله وسكناه * واستر له عيبه وعجزه وحصره وعيه * وكاتبها وقارئها ومن اصاغ اليها سمعه واصغاه * اللهم وصل وسلم علي اول قابل للتجلي من الحقيقة الكلية وعلي أله وصحبه ومن نصره ووالاه * ما شنفت الآذان من وصفه الدري بأقراط جوهرية * وتحلت صدور المحافل المنيفة بعقود حلاه * وأفضل الصلاة وأتم التسليم علي سيدنا ومولانا محمد خاتم الانبياء والمرسلين * وعلي أله وصحبه أجمعين * سبحان ربك رب العزة عما يصفون * وسلام علي المرسلين * والحمد لله رب العالمين * Ya Alloh, wahai Tuhan yang membentangkan kedua tangan-Nya dengan pemberian. Wahai Tuhan yang bilamana kedua tapak tangan hamba di angkat kepada-Nya, maka Dia akan mencukipinya. Wahai Tuhan yang maha suci di dalam Dzat dan Sifat- Sifat-Nya dari kemiripan dari siapapun. Wahai Tuhan yang hanya Dia-lah di miliki sifat Qidam, Baqo’, dan Azali. Wahai Tuhan yang tiada harapan dan tumpuhan hati kecuali pada-Nya. Wahai Tuhan yang semua mahluk bersandar pada sifat Qdroh dan Qoyyumiyyah-Nya, dan menunjukkan pada orang yang minta petunjuk dengan anugerah-Nya. Kami minta pada-Mu dengan cahaya-Mu yang suci yang menghilangkan kegelapan keraguan. Dan kami membuat perantara kepada-Mu dengan kemulyaan Nabi Muhammad, para keluarganya yang menjadi bintang di dalam keamanan mahluk dan menjadi bahtera keselamatan, para Sahabatnya yang memiliki petunjuk dan kelebihan yang telah menyerahkan diri mereka pada Alloh dengan tujuan mencari anugera-Nya, dan para Ulama yang membawa Syariat yang memiliki sifat- sifat yang bagus dan kehususan, kami minta agar Egkau memberi pertolongan pada kami di dalam ucapan dan amal agar berniat dengan ikhlas, meluluskan tujuan setiap dari kami, baik yang hadir atau yang tidak, membersihkan kami dari kungkungan sahawat dan penyakit hati, merealisasikan pengharapan kami yang telah kami curahkan keyakinan kami pada-Mu, menjaga kami dari segala cobaan, janganlah jadikan kami orang yang di hancurkan oleh hawa nafsu, dekatkanlah pada kami keyakinan yang baik yang mirip dengan buah yang dekat dan siap di petik, hapuslah segala dosa yang telah kami lakukan, tutuplah setiap dari kami cacat, kelemahan, hususnya kelemahan di dalam berbicara kami, mudakanlah kami untuk berbuat amal yang baik, agung dan tinggi, jadikanlah perkumpulan kami ini rata dengan ramat dan pengampunan dari gudang pemberian-Mu, jadikanlah kami selalu tidak bergantungan dengan selain Engkau. Ya Alloh, sungguh Engkau menberikan tingkatan bagi setiap orang yang meminta pada-Mu da memberikan pengharapan setiap orang yang mengharap dari-Mu. Sedangkan kami telah meminta-Mu dengan mengharap pemberian yang langsung dari-Mu. Maka nyatakanlah pengharapan tersebut. Ya Alloh, berilah kami aman dari segala ketakutan, jadikanlah kami rakyat dan penguasa yang baik. Besarkanlah pahala bagi orang yang melakukan kebaikan ini di hari ini. Ya Alloh, jadikanlah negeri ini dan negeri- negeri Islam aman dan swasembada. Berilah kami hujan yang rata di tanah yang datar dan tinggi. Ampunilah orang yang menata Burud Maulid ini, yaitu Sayyid Ja’far, orang yang sebangsa pada Albarzanjy. Jadikanlah tempat peristirahatannya bersama orang- orang yang dekat dari-Mu. Berilah kedekatan dan pengharapannya Tutuplahlah cacat, kelemahan dan khususnya di dalam berbicaranya. Begitu pula orang yang menulis, membaca, dan orang yang mendengarkannya. Berilah Solawat-Mu pada orang yang menerima Tajalli dari Dzat Tuhan ( ya’ni : Nabi Muhammad SAW ), para keluarga, dan Sahabat, dan orang- orang yang menolongnya, selama telinga- telinga masih di gantungi mutiara sifat- sifat kenabian dan beberapa panggung yang agung di hiasai dengan hiasan- hiasan kenabian. Solawat yang paling afdlol semoga tercurahkan pada Sayyidina Muhammad nabi pemungkas, keluarga, dan para sahabatnya.